Atlet NPCI Kuningan Borong 5 Emas di ASEAN Para Games 2026 Thailand

KUNINGANSATU.COM,- Prestasi membanggakan ditorehkan atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) asal Kabupaten Kuningan pada ajang ASEAN Para Games ke-13 Tahun 2026 di Nakhon Ratchasima, Thailand. Dari tiga atlet yang dikirim, Kabupaten Kuningan sukses menyumbangkan lima medali emas bagi kontingen Indonesia.

Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar saat menjadi pembina apel pagi di Halaman Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, Senin (26/1/2026).

Dalam arahannya, Bupati Dian menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian atlet NPCI Kuningan yang dinilainya telah mengharumkan nama daerah di tingkat internasional.

“Saya sampaikan berita gembira. Terima kasih, kemarin saya mendapat kabar bahwa atlet NPCI asal Kabupaten Kuningan berhasil meraih medali emas di ajang bergengsi ASEAN Para Games di Thailand. Saya menyaksikan langsung proses latihannya, dan memang terlihat semangat serta spirit juangnya luar biasa,” ujar Bupati Dian.

Bupati Dian juga meminta agar penyambutan atlet segera dipersiapkan sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan daerah atas prestasi yang diraih.

“Tolong nanti dipersiapkan penyambutannya. Ini bukan sekadar prestasi, tapi inspirasi. Di tengah keterbatasan, mereka mampu berprestasi dan mengharumkan nama Kuningan di mata dunia,” lanjutnya.

ASEAN Para Games 2026 yang berlangsung pada 20-26 Januari 2026 diikuti oleh 10 negara Asia Tenggara. Indonesia menutup ajang tersebut sebagai runner-up klasemen akhir, berada di bawah tuan rumah Thailand, sekaligus melampaui target perolehan medali emas yang ditetapkan pemerintah pusat.

Dari Kabupaten Kuningan, tiga atlet NPCI yang berlaga yakni Dheva Anrimusthi (para bulu tangkis), Hilman Wilastra (para angkat berat/powerlifting), dan Insan Nurhaida (para atletik).

Dheva Anrimusthi tampil gemilang di cabang para bulu tangkis kelas SU5 dengan menyapu bersih tiga medali emas dari nomor tunggal putra, ganda putra, dan beregu putra. Pada partai final tunggal, Dheva menaklukkan atlet Malaysia Cheah Liek Hou dengan skor 21–19, 21–15, sekaligus menegaskan dominasinya di kawasan Asia Tenggara.

Sementara itu, Hilman Wilastra mempersembahkan emas dari cabang para angkat berat kelas 54 kilogram putra lewat angkatan terbaik 167 kilogram, unggul jauh dari pesaing asal Vietnam, Filipina, dan Timor Leste.

Medali emas kelima disumbangkan Insan Nurhaida dari cabang para atletik nomor lari 400 meter putri klasifikasi T36. Insan tampil konsisten dan mampu menjaga ritme lari hingga garis finis, mengungguli atlet-atlet unggulan lainnya.

Ketua NPCI Kabupaten Kuningan, Wibawa Gumbira, S.Sos., M.Pd, menyebut capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan atlet berbasis daerah mampu menghasilkan prestasi tingkat internasional.

“Dengan segala keterbatasan, kami fokus pada pembinaan atlet potensial. Hasil di Thailand membuktikan bahwa strategi pembinaan yang kami jalankan berjalan efektif,” ungkapnya.

Prestasi di ASEAN Para Games 2026 ini menjadi modal penting bagi Kabupaten Kuningan dalam menatap agenda pembinaan olahraga disabilitas ke depan, termasuk Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Jawa Barat 2026.

Dengan torehan lima medali emas dari tiga atlet, Kabupaten Kuningan tak hanya mengharumkan nama daerah, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi prestasi Indonesia di kancah olahraga disabilitas Asia Tenggara.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup