Kreatif dan Edukatif, Mahasiswa Kesmas Unisa Kuningan Pamerkan Media Promosi Kesehatan

KUNINGANSATU.COM,- Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Al-Ihya Kuningan menggelar kegiatan Pengenalan Media Promosi Kesehatan sebagai bentuk implementasi pembelajaran sekaligus upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, Kamis (15/1/2026). Kegiatan ini berlangsung di Kampus 2 Universitas Islam Al-Ihya Kuningan dan diikuti oleh civitas akademika.

Kegiatan ini merupakan inisiatif mahasiswa Kesehatan Masyarakat Semester 3 dalam rangka pelaksanaan mata kuliah Promosi Kesehatan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan berbagai media edukasi kesehatan yang dikemas secara kreatif, interaktif, dan mudah dipahami. Media-media tersebut dihadirkan sebagai alternatif metode penyuluhan konvensional yang selama ini dinilai kurang menarik dan kurang efektif menjangkau masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor I Universitas Islam Al-Ihya Kuningan, Dr. Saepudin, yang memberikan apresiasi atas kreativitas dan inovasi mahasiswa dalam mengembangkan media promosi kesehatan. Kehadiran pimpinan universitas ini menjadi bentuk dukungan terhadap peran aktif mahasiswa dalam mengimplementasikan pembelajaran akademik yang berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa menampilkan berbagai media promosi kesehatan yang dirancang secara edukatif dan interaktif, sehingga diharapkan mampu memudahkan masyarakat dalam memahami pesan-pesan kesehatan dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan.

Dosen pengampu Mata Kuliah Promosi Kesehatan, Dr. Risna Nurlia, menyampaikan bahwa perubahan pendekatan dalam edukasi kesehatan merupakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat dihindari.

“Media promosi kesehatan harus mampu menjangkau masyarakat dengan cara yang sederhana, komunikatif, dan relevan dengan kondisi saat ini,” ujarnya.

Adapun media promosi kesehatan yang dihasilkan mahasiswa meliputi Pop Up Book Kesehatan Gigi dan Mulut, buku saku Anemia pada Remaja, booklet Ecoenzym, serta jingle bertema pencegahan pernikahan dini berjudul Remaja Desa, Sehat Berencana. Selain itu, mahasiswa juga menghadirkan berbagai alat peraga edukatif seperti permainan ular tangga cuci tangan pakai sabun, wayang edukasi kesehatan mata, puzzle pengenalan organ tubuh, flash card detektif sayur dan buah, hingga video pemanfaatan sampah anorganik.

Proses pembuatan media promosi kesehatan tersebut dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari perencanaan materi, diskusi konsep, perancangan desain, hingga penyusunan pesan kesehatan yang disesuaikan dengan kebutuhan sasaran. Dengan demikian, media yang dihasilkan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga tepat dan akurat dari sisi substansi.

Ketua kelompok mahasiswa, Rafi Ghaffari, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik nyata.

“Kami berharap media yang kami buat dapat digunakan secara berkelanjutan sebagai sarana edukasi kesehatan di masyarakat,” pungkasnya.


Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup