Relevansi Nilai Keadilan Sosial Ekonomi dalam Program BLT dengan Jihad Kemanusiaan Melalui Pondasi Etis Kepemimpinan Inklusif

KUNINGANSATU.COM,- Nilai-nilai Dasar Perjuangan atau yang sering dikenal dengan NDP, merupakan muatan penting bagi organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Telah dikenal luas sebagai nafas perjuangan, pondasi ideologi bagi kader HMI. Memuat berbagai point pokok yang berketerkaitan dalam menuntun cara berkehidupan yang madani, salah satunya ada pada point Keadilan Sosial dan Keadilan Ekonomi.

Keadilan sosial mencakup aspek berupa, upaya membentuk masyarakat yang lebih berkeadilan dan makmur dalam berkehidupan, di tengah kondisi yang majemuk ini. Disamping keadilan sosial yang terus mengalami dinamika dan perubahan, keadilan ekonomi perlu bertumbuh kembang guna menopang keadilan sosial masyarakat. Hal demikian ini sebagai kerangka penting dalam ikhtiar membangun spirit keislaman dan keindonesiaan demi terbentuknya masyarakat yang memiliki iklim keadilan, dan makmur secara menyeluruh.

Upaya-upaya peningkatan kapabilitas kader-kader HMI, kerapkali digelar berbentuk training yang tersusun dengan sistematis, tidak lain tujuan itu diciptakan guna kader HMI mampu menjalankan nilai-nilai berbasis pada keadilan yang di sesuaikan terhadap tujuan HMI itu sendiri masyarakat yang adil dan makmur. Hal-hal seperti training yang disebutkan di muka, adalah sebagai jihad yang tidak terputus dari masa ke masa, Ia selalu hidup bagai korelasi hidup yang berkelanjutan dari waktu ke waktu.

Pada realitasnya, keadilan sosial masih terdapat kesenjangan antara satu dengan yang lainnya, baik antara individu dengan individu, atau kelompok dengan kelompok. Pendekatan terhadap program BLT (Bantuan Langsung Tunai) misalnya, tersimpulkan sebagai program pemerintah yang tidak merata juga tidak adil ketika sampai pada ranah masyarakat yang berhak mendapatkannya. Program ini sering menjadi program keluarga bagi pemangku desa, atau terjadinya pungutan liar yang dilakukan sebagian oknum.

Untuk dapat meminimalisir hal demikian, dan sebagai jawaban agar mampu menanggulangi program BLT pemerintah tersebut. Selaku kader HMI yang berfikir konstruktif, maka membentuk sebuah gagasan platform berbasis sistem teknologi menjadi solutif yang dapat dilakukan guna mengurangi kecurangan yang kerap terjadi pada program BLT tersebut.

Platform berbasis teknologi tersebut, diberi nama SAMBAT-IN (Sarana Aduan Masyarakat Berbasis Aplikasi Transparan Indonesia). Platform yang berisikan poin pusat informasi dan pusat aduan diperuntukan untuk masyarakat yang berhak dalam program BLT, ini menjawab bahwa HMI tetap pada ranah kemitraan kritis yang menghadirkan inovasi ditengah kesenjangan tanpa menghilangkan nilai dan semangat keadilan sosial.

Pada platform ini terdapat fitur informasi, pengaduan dan penyaluran masyarakat yang terlindungi dan menjamin haknya sebagai penerima bantuan langsung tunai. Dalam fitur informasi mencakup kebijakan, keterangan informasi BLT dari pusat hingga daerah, adapun dalam fitur pengaduan mencakup laporan masyarakat, perlindungan hukum, yang bermitra dengan Aparat Penegak Hukum (APH) diantaranya polisi, kejaksaan, Ombudsman hingga KPK.

Upaya demikian itu, sebagai jawaban dari keresahan masyarakat terhadap program BLT yang seringkali dan berangsur mengalami dinamika ketimpangan. Kader HMI hadir sebagai pihak ketiga dari pemerintah dan masyarakat untuk menjadi penyeimbang, dalam menanggulangi permasalahan tersebut. Menghadirkan platform berbasis transparan ini, menjadi salah satu solusi pemberantasan oknum yang kerap mengambil kesempatan, dan sering mengambil hak masyarakat. Usaha-usaha ini terkorelasi dalam mewujudkan spirit keadilan sosial ekonomi yang disesuaikan dalam pengaplikasian Kepemimpinan Inklusif.

Hal demikian selaras dengan menciptakan pemimpin insklusif, yang melandasi makna keterbukaan, keadilan, dengan tidak hanya mendengar sebagian kelompok saja. Melainkan menjadi pemimpin yang memiliki nalar penyeimbang dalam berbagai hal bermasyarakat serta berkehidupan demi mewujudkan cita-cita mulia Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan terciptanya kondusifitas dalam ranah lebih luas yakni menyelaraskan sikap Bangsa Indonesia.


Oleh : Insan Muhamad Fauzan , HMI Cabang Kuningan, Badko Jawa Barat

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup