Fungsi Ekologis Gunung Ciremai sebagai Hulu DAS
KUNINGANSATU.COM,- Gunung Ciremai merupakan kawasan pegunungan yang berfungsi sebagai daerah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) bagi wilayah Kabupaten Kuningan, Majalengka, Cirebon, dan sekitarnya. Sebagai daerah hulu DAS, Gunung Ciremai memiliki peranan penting dalam menjaga ketersediaan air, mengatur tata aliran sungai, serta menjadi daerah resapan air yang menunjang kehidupan masyarakat di wilayah hilir.
Daerah Aliran Sungai (DAS) sendiri merupakan suatu wilayah daratan yang dibatasi oleh punggung-punggung gunung atau perbukitan, yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air hujan menuju sungai utama hingga ke muara. Dengan demikian, kondisi hulu DAS sangat menentukan kualitas dan kuantitas air yang mengalir ke wilayah hilir.
Namun, saat ini kawasan hulu Gunung Ciremai mengalami tekanan lingkungan akibat maraknya pembabatan hutan. Pembabatan hutan merupakan kegiatan penebangan pohon dan pembukaan lahan secara besar-besaran tanpa memperhatikan prinsip konservasi. Aktivitas ini menyebabkan berkurangnya tutupan vegetasi yang berfungsi menahan air hujan dan menjaga kestabilan tanah.
Akibat pembabatan hutan di kawasan hulu Gunung Ciremai, fungsi DAS sebagai pengatur tata air menjadi terganggu. Hal ini berdampak pada meningkatnya risiko erosi, longsor, banjir di musim hujan, serta kekeringan di musim kemarau. Oleh karena itu, kelestarian hutan Gunung Ciremai sebagai hulu DAS sangat penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan sumber daya air bagi masyarakat.
Salah satu solusi utama adalah melakukan rehabilitasi dan reboisasi hutan di kawasan yang telah mengalami kerusakan. Penanaman kembali pohon-pohon yang berfungsi sebagai penyerap air dan penahan erosi dapat membantu memulihkan fungsi ekologis Gunung Ciremai sebagai daerah resapan air.
Selain itu, perlu dilakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas pembalakan liar dan alih fungsi lahan yang tidak sesuai dengan peruntukan kawasan hutan. Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum harus meningkatkan patroli dan penindakan terhadap pelanggaran yang merusak kawasan hulu DAS.
Di samping itu, penerapan sistem pengelolaan DAS secara berkelanjutan juga sangat diperlukan, dengan mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Pengembangan pertanian ramah lingkungan, agroforestri, serta pemanfaatan hutan secara lestari dapat menjadi alternatif mata pencaharian tanpa merusak hutan.
Dengan penerapan solusi-solusi tersebut, diharapkan fungsi Gunung Ciremai sebagai hulu DAS dapat tetap terjaga, sehingga mampu menjamin ketersediaan air dan menjaga keseimbangan lingkungan bagi generasi sekarang dan yang akan datang.
Oleh: Rizki Nurgaraha, Mahasiswa Universitas Kuningan
















