Emak Emak Desa Cikandang Dilatih Menyulap Singkong Jadi Cuan Lewat Program Ekonomi Produktif

KUNINGANSATU.COM,- Desa Cikandang di Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, kini tengah bertransformasi menuju desa produktif. Emak-emak tangguh dari berbagai dusun bersatu dalam Pelatihan Kelompok Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang digelar Pemerintah Desa Cikandang. Program ini menjadi bukti nyata bahwa emak-emak desa bukan hanya jago di dapur, tapi juga mampu jadi penggerak ekonomi keluarga.
Pelatihan ini digelar di Aula Balai Desa Cikandang pada Selasa, 30 September 2025 lalu, sebagai bagian dari program Dana Desa Tahun 2025. Kegiatan dibuka langsung oleh Camat Luragung, Ade Wibawa, S.Sos., serta dihadiri jajaran pejabat desa, narasumber dari Kabupaten Kuningan, hingga peserta dari perwakilan UMKM dan kader PKK. Dalam sambutannya, Ade Wibawa menegaskan pentingnya pelatihan pemberdayaan seperti ini sebagai bentuk bantuan sosial yang tepat sasaran.
“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya penuh semangat.
Ia berharap, pelatihan tidak berhenti hanya di ruang kelas, tapi bisa berlanjut ke pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) agar manfaatnya terasa nyata di masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Cikandang, Didi Tarsadi, menjelaskan bahwa peserta pelatihan dipilih dari tiap dusun yang memiliki usaha mikro agar pelatihan ini tepat sasaran. Ia berharap para peserta bisa menjadi motivator di lingkungannya masing-masing dan memunculkan kelompok usaha baru di masa depan. Dengan begitu, pelatihan ini bisa berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan.
Selama empat hari, emak-emak peserta belajar keterampilan tata boga dengan bahan dasar lokal, yakni singkong, yang diolah menjadi produk bernilai jual tinggi seperti wingko dan kecimpring. Dari bahan sederhana, lahirlah inovasi-inovasi yang siap menjadi produk khas Desa Cikandang. Para peserta pun tampak antusias mempraktikkan langsung setiap resep yang diajarkan narasumber, sembari berbagi ide kreatif untuk pengembangan usaha ke depannya.
Selain materi praktik, peserta juga dibekali ilmu kewirausahaan dan manajemen usaha sederhana. Mereka belajar bagaimana menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, hingga mengemas produk secara menarik. Tak hanya itu, setiap peserta menerima seperangkat peralatan usaha agar bisa langsung menerapkan ilmunya di rumah masing-masing.
“Senang banget! Ternyata singkong bisa jadi wingko dan kecimpring enak. Kalau dikemas cantik, bisa dijual ke luar desa,” tutur salah satu peserta dengan semangat.
Program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) ini memang dirancang untuk meningkatkan keterampilan, produktivitas, dan pendapatan masyarakat, khususnya kaum ibu. Pelatihan disesuaikan dengan potensi lokal dan kebutuhan masyarakat, seperti tata boga, kerajinan tangan, hingga pengelolaan keuangan sederhana. Pemerintah Desa Cikandang berharap, setelah pelatihan ini, semakin banyak emak-emak yang mampu bertransformasi dari pengelola rumah tangga menjadi pelaku ekonomi tangguh.
Dengan semangat gotong royong dan dukungan pemerintah, Desa Cikandang menegaskan komitmennya membangun kemandirian ekonomi dari bawah. Dari dapur sederhana, emak-emak kini siap naik kelas menjadi pengusaha rumahan yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing.>
“Kunci sukses bukan di modal besar, tapi di kemauan belajar dan semangat pantang menyerah,” pesan Kepala Desa Didi menutup kegiatan.***


















