Tak Hanya Jalan Rusak, PJU Mati Juga Menghantui Wilayah Kuningan

KUNINGANSATU.COM – Pemerataan pembangunan infrastruktur masih menjadi perhatian masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Kuningan. Bukan hanya jalan utama yang ramai dilalui, akses jalan pelosok hingga ruas penghubung antardesa juga dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Ahmad Novaldi, mahasiswa Universitas Islam Al Ihya Kuningan, setelah melihat langsung kondisi sejumlah akses jalan serta menerima keluhan masyarakat selama melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaboratif di Desa Gewok, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan.

Menurut Ahmad, kondisi jalan perlu dipetakan secara menyeluruh agar pemerintah dapat mengetahui ruas mana saja yang membutuhkan perbaikan berdasarkan kondisi di lapangan.

Ia menilai pembangunan infrastruktur sebaiknya tidak hanya berfokus pada jalan yang menjadi jalur utama. Akses di wilayah pelosok maupun jalan yang menghubungkan satu desa dengan desa lainnya juga memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat.

Salah satu akses yang menjadi perhatiannya berada di Desa Pinara, Kecamatan Ciniru. Berdasarkan pengamatannya, kondisi jalan di wilayah tersebut masih membutuhkan perhatian dan perbaikan.

Hal serupa juga ditemukan pada akses jalan dari Desa Cikahuripan menuju Desa Gewok. Di sejumlah bagian ruas tersebut masih terdapat kerusakan yang dinilai perlu mendapatkan penanganan.

Kondisi yang cukup memprihatinkan juga terlihat pada akses Desa Rambatan menuju Desa Longkewang. Pada beberapa bagian, jalan tersebut masih mengalami kerusakan yang cukup parah.

“Saya tidak mengatakan semua jalan pelosok mengalami kondisi yang sama. Namun, dari beberapa jalan yang saya lihat secara langsung dan keluhan masyarakat yang saya dengar, masih ada akses yang membutuhkan perhatian. Karena itu, saya berharap pemerintah dapat melakukan pengecekan kondisi jalan secara menyeluruh, termasuk jalan-jalan pelosok dan akses antardesa,” ujar Ahmad.

Menurut dia, keberadaan jalan tersebut sangat berkaitan dengan aktivitas masyarakat sehari-hari. Jalan digunakan untuk berangkat sekolah, bekerja, mengangkut hasil pertanian, hingga menjadi akses penghubung masyarakat antardaerah.

Karena itu, Ahmad berharap penentuan prioritas perbaikan jalan dilakukan berdasarkan kondisi nyata dan tingkat kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Jalan yang jarang dilewati bukan berarti tidak penting. Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut, jalan itu merupakan akses utama untuk beraktivitas. Kalau kondisinya memang membutuhkan perbaikan, saya berharap jalan tersebut juga mendapatkan perhatian,” katanya.

Minim Penerangan Jalan Juga Dikeluhkan

Selain kerusakan jalan, persoalan penerangan jalan umum (PJU) turut menjadi keluhan yang diterima Ahmad selama berada di Desa Gewok.

Di Dusun Garunggang, Desa Gewok, Kecamatan Garawangi, masih terdapat sejumlah titik yang minim penerangan. Kondisi tersebut membuat beberapa bagian jalan belum mendapatkan pencahayaan yang optimal saat dilalui masyarakat pada malam hari.

Persoalan serupa juga ditemukan pada akses Desa Rambatan menuju Desa Longkewang. Ruas jalan yang masih mengalami kerusakan tersebut juga dinilai membutuhkan penerangan pada sejumlah titik.

Ahmad turut menyoroti kondisi PJU di ruas jalan mulai dari pertigaan Tugu Desa Ciporang, Kecamatan Maleber, menuju arah Kutaraja hingga Desa Pangbuyutan, Kecamatan Maleber.

Berdasarkan pengamatannya, terdapat sejumlah titik PJU di sepanjang ruas tersebut yang mati atau tidak berfungsi.

“Selain perbaikan jalan, saya juga berharap persoalan PJU mendapat perhatian. Mulai dari pertigaan Tugu Desa Ciporang ke arah Kutaraja sampai Desa Pangbuyutan, masih ada beberapa PJU yang mati. Saya berharap titik-titik tersebut dapat dicek dan segera dibenahi agar penerangan jalan kembali berfungsi dengan baik,” ungkapnya.

Ahmad mengatakan, berbagai persoalan tersebut ia ketahui dari pengamatan langsung serta keluhan warga yang disampaikan kepadanya ketika melaksanakan KKN di Desa Gewok.

Ia kemudian menyampaikan kembali keluhan tersebut sebagai bentuk aspirasi masyarakat yang diharapkan dapat menjadi perhatian pihak terkait.

“Ketika saya KKN di Gewok, beberapa masyarakat menyampaikan keluhan kepada saya mengenai kondisi jalan dan penerangan. Saya mencoba menyampaikan kembali aspirasi tersebut karena keluhan masyarakat perlu didengar. Harapannya, pihak terkait dapat turun langsung melihat kondisi di lapangan dan menentukan titik-titik yang membutuhkan perbaikan jalan maupun PJU,” tuturnya.

Menurut Ahmad, pengecekan langsung penting dilakukan agar pemerintah memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi infrastruktur di sejumlah wilayah.

Dengan begitu, perbaikan dapat diarahkan kepada titik-titik yang memang membutuhkan penanganan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Ia menegaskan, penyampaian aspirasi tersebut bukan untuk menyalahkan pihak tertentu. Menurutnya, kritik dan masukan mengenai infrastruktur merupakan bagian dari kepedulian terhadap kondisi masyarakat di daerah.

“Apa yang saya sampaikan berdasarkan apa yang saya lihat dan apa yang masyarakat sampaikan kepada saya saat KKN. Harapannya sederhana, semoga pemerintah dapat melihat lebih jauh kondisi infrastruktur sampai ke pelosok dan memberikan perhatian sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Ahmad.

Ia berharap perbaikan jalan dan pemerataan penerangan dapat dilakukan secara bertahap sehingga masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Kuningan memperoleh akses yang aman, nyaman, dan layak untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup