Ngariung Muharam 1448 H, Bupati Dian Ajak Warga Kuningan Bangun Daerah Tanpa Tinggalkan Tradisi
KUNINGANSATU.COM,- Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Kabupaten Kuningan menjadi momentum memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun daerah. Melalui kegiatan Ngariung Muharam 1448 H: Tasyakur, Muhasabah, dan Dialog Interaktif Bersama Bupati Kuningan yang berlangsung di Teras Pendopo Kabupaten Kuningan, Kamis (25/6/2026) malam, pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat berkontribusi dalam pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai budaya dan keagamaan.
Acara yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Kuningan itu dihadiri Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Wakil Bupati, Forkopimda, Sekretaris Daerah, jajaran kepala perangkat daerah, tokoh agama, akademisi, budayawan, organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh pemuda, hingga perwakilan masyarakat.
Dalam arahannya, Bupati Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa esensi hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan secara fisik, tetapi juga perubahan pola pikir dan sikap menuju kehidupan yang lebih baik.
Ia menilai pembangunan daerah di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial harus tetap berpijak pada nilai-nilai moral serta kearifan lokal. Menurutnya, kemajuan daerah akan lebih kokoh apabila pembangunan fisik berjalan beriringan dengan penguatan karakter masyarakat.
Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga tradisi sebagai identitas daerah. Di tengah arus modernisasi, budaya lokal dinilai menjadi fondasi yang memperkuat jati diri masyarakat Kuningan.
Selain itu, ia mengajak seluruh unsur masyarakat untuk terus memelihara harmoni. Pemerintah, kata dia, membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari ulama, akademisi, budayawan, pelaku usaha, insan pers hingga generasi muda agar kebijakan pembangunan benar-benar lahir dari aspirasi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyampaikan apresiasi atas kembali diraihnya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan Tahun Anggaran 2025. Ia menyebut capaian tersebut sebagai bukti komitmen pemerintah dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Kuningan, Emup Muplihudin, mengatakan kegiatan tahun ini mengangkat tema “Hijrah Peradaban Kuningan: Menjaga Tradisi, Menguatkan Harmoni, Membangun Generasi.”
Menurutnya, forum tersebut tidak sekadar menjadi peringatan Tahun Baru Islam, tetapi juga ruang bertukar gagasan antara pemerintah dan para tokoh lintas sektor mengenai arah pembangunan Kabupaten Kuningan.
Berbagai masukan yang muncul dalam dialog nantinya akan dihimpun dalam sebuah Buku Saku Gagasan Tokoh Kuningan sebagai referensi penyusunan kebijakan daerah. Selain itu, pemerintah juga berencana membentuk Forum Silaturahmi Peradaban Kuningan sebagai wadah komunikasi yang berlangsung secara berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyaluran santunan kepada anak yatim, dilanjutkan dialog interaktif bersama tokoh masyarakat, akademisi, dan budayawan, kemudian ditutup dengan tausiyah Muharam serta doa bersama untuk kemajuan Kabupaten Kuningan.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai titik awal memperkuat semangat gotong royong dalam mewujudkan Kabupaten Kuningan yang maju tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai akhlakul karimah.
















