Rumah Lansia 90 Tahun di Cikubangsari Nyaris Ambruk, Dibedah Lewat Program Berkah
KUNINGANSATU.COM,- Kondisi rumah Mak Adminah, lansia berusia 90 tahun di Blok Puhun, Desa Cikubangsari, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, mengundang perhatian. Rumah yang selama ini ditempatinya mengalami kerusakan cukup parah hingga bagian atap dan plafon berpotensi ambruk.
Melihat kondisi tersebut, Mak Adminah untuk sementara harus tinggal di rumah keluarganya. Rumahnya akan diperbaiki melalui program Berkah Bedah Rumah Keluarga Harapan, yang melibatkan pemerintah daerah bersama para pengusaha dan masyarakat.
Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., datang langsung meninjau kondisi rumah Mak Adminah. Dalam kunjungan tersebut, Dian berbincang dengan sang lansia sekaligus menyampaikan rencana perbaikan rumah yang sudah tidak layak huni tersebut.
“Insyaallah dengan kejernihan hati dan kelapangan hati dari kawan-kawan para pengusaha, program Berkah ini akan kita mulai lagi. Mudah-mudahan dalam dua atau tiga bulan ke depan rumah Mak Adminah sudah dapat kita selesaikan,” ujar Dian.
Kondisi rumah memang terlihat memprihatinkan. Sejumlah bagian plafon mengalami kerusakan, sedangkan struktur atap juga tampak sudah tidak kuat. Kondisi tersebut membuat rumah berisiko membahayakan penghuni apabila tetap ditempati.
Mendengar rumahnya akan diperbaiki, Mak Adminah tampak bahagia. Ia mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan pemerintah dan pihak-pihak yang ikut membantu.
Dengan penuh haru, Mak Adminah juga mendoakan Bupati Dian beserta seluruh pihak yang terlibat agar diberikan kesehatan, kelancaran, dan kebaikan dalam menjalankan tugas serta membantu masyarakat.
Selain memastikan rencana bedah rumah, Bupati Dian pada kesempatan itu turut menyerahkan bantuan sembako dari BAZNAS Kabupaten Kuningan kepada Mak Adminah dan keluarganya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga Mak Adminah sembari menunggu proses perbaikan rumah selesai.
Menurut Dian, program Berkah Bedah Rumah Keluarga Harapan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik rumah. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kepedulian sosial melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat.
“Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, ternyata masih banyak warga Kuningan yang memiliki jiwa filantropi dan memberikan perhatian kepada sesama,” ungkapnya.
Ia berharap semangat gotong royong tersebut terus berkembang sehingga persoalan sosial, termasuk masih adanya rumah tidak layak huni, dapat ditangani secara bertahap.
“Insyaallah persoalan sosial di Kuningan, termasuk rumah tidak layak ini, berangsur-angsur kita selesaikan atas dukungan semuanya, terutama dari masyarakat yang mampu,” katanya, didampingi perwakilan para pengusaha pariwisata.
Bagi Mak Adminah, rencana renovasi tersebut menjadi kabar yang berarti di usia senjanya. Setelah sementara tinggal bersama keluarga, ia kini memiliki harapan untuk kembali menempati rumah yang lebih aman dan layak.
Program bedah rumah itu sekaligus menunjukkan bahwa persoalan rumah tidak layak huni tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kolaborasi dengan masyarakat dan kalangan usaha menjadi salah satu jalan untuk membantu warga yang membutuhkan, termasuk para lansia seperti Mak Adminah.















