Prabowo Bentuk Satgas PHK 2026, Negara Siap Ambil Alih Perusahaan Bermasalah
KUNINGANSATU.COM,- Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan Kesejahteraan Buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026).
Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 10 Tahun 2026. Satgas ini dibentuk sebagai respons pemerintah terhadap potensi gelombang PHK di tengah dinamika ekonomi global.
“Keppres ini kami keluarkan untuk memastikan negara hadir. Buruh yang terancam PHK akan kita bela dan lindungi,” ujar Prabowo di hadapan ribuan pekerja.
Satgas ini melibatkan lintas kementerian dan lembaga dengan fokus pada pencegahan PHK, perlindungan tenaga kerja, serta peningkatan kesejahteraan buruh.
Pengumuman disampaikan langsung oleh Presiden saat peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di kawasan Monas, Jakarta.
Menurut Prabowo, langkah ini diambil menyusul kondisi global yang penuh ketidakpastian, yang berpotensi berdampak pada stabilitas ketenagakerjaan di dalam negeri.
Pemerintah tidak akan tinggal diam jika perusahaan mengalami kesulitan hingga berujung PHK massal. Negara bahkan siap mengambil langkah intervensi.
“Kalau ada pengusaha yang tidak sanggup, negara akan hadir dan mengambil alih. Kita tidak akan biarkan rakyat dirugikan,” tegasnya.
Selain isu PHK, pemerintah juga menyoroti kebutuhan dasar pekerja, termasuk fasilitas penitipan anak (daycare) bagi buruh. Usulan tersebut, lanjut Prabowo, akan segera ditindaklanjuti.
Di sisi lain, Presiden menilai kondisi Indonesia masih relatif aman di tengah krisis global, terutama dalam sektor pangan dan energi. Ia optimistis Indonesia menuju swasembada dalam waktu dekat.
“Dunia sedang menghadapi banyak krisis, tapi kita dalam kondisi aman. Pangan kita aman, energi kita juga menuju kemandirian,” ucapnya.
Pernyataan tersebut disambut antusias para buruh yang hadir, meski sejumlah kalangan menilai implementasi kebijakan ini akan menjadi tantangan tersendiri ke depan.

















