Jembatan Sudah Dibangun, Warga Maleber Gotong Royong Bangun Jalan
KUNINGANSATU.COM,- Pembangunan jembatan gantung penghubung Desa Cipedes dan Desa Cipakem, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, kini dilanjutkan dengan pembangunan akses jalan menuju jembatan. Kali ini, warga turun tangan secara swadaya, bergotong royong membuka akses penghubung antardusun dengan dukungan donatur.
Jalan sepanjang sekitar satu kilometer dengan lebar 120 sentimeter tersebut menghubungkan Dusun Cisalak dan Dusun Pahampoan di Desa Cipedes dengan Dusun Seklok di Desa Cipakem. Akses ini disiapkan untuk kendaraan roda dua guna mempermudah mobilitas masyarakat di kedua desa.
Kepala Dusun Cisalak, Dadan, mengatakan pembangunan jalan dilakukan bersama warga dari Dusun Cisalak, Dusun Pahampoan, dan Dusun Seklok. Pendanaan berasal dari bantuan donatur CV SKL Andi Jaya serta swadaya masyarakat.
“Pengangkutan material sudah sekitar empat hari, sedangkan pengecoran baru berjalan lima hari,” ungkap Dadan, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, pembangunan masih berlangsung. Warga bahu-membahu mengangkut material hingga melakukan pengecoran agar jalan menuju jembatan bisa segera digunakan.
Kehadiran akses tersebut diharapkan dapat mempermudah warga yang selama ini membutuhkan jalur penghubung antardusun. Dengan jalan yang lebih mudah dilalui, mobilitas masyarakat menuju dan dari jembatan gantung diharapkan semakin lancar.
Semangat kebersamaan warga mendapat apresiasi dari Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan, Teddy Bisma.
Ia menilai kekompakan masyarakat dalam pembangunan jalan tersebut menjadi bukti kuatnya budaya gotong royong. Semangat serupa, kata Teddy, juga terlihat ketika warga terlibat dalam pembangunan jembatan gantung sebelumnya.
“Memang warga di sana luar biasa, untuk urusan gotong royong juara pokoknya mah. Warga Dusun Cisalak dan Seklok kompak waktu pembangunan jembatan juga,” ujar Teddy saat dikonfirmasi, Rabu (21/10/2026).
Meski mengapresiasi inisiatif masyarakat, Teddy menjelaskan bahwa Dinas PUTR Kabupaten Kuningan belum mengalokasikan anggaran untuk pembangunan akses jalan tersebut.
Adapun kemungkinan bantuan material dari instansi lain, seperti semen melalui BPMDes atau Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan), masih perlu dipastikan.
“Untuk partisipasi pemda secara alokasi anggaran dari PUTR belum, tetapi tidak tahu kalau semacam bantuan semen dari BPMDes atau dari Disperkimtan,” jelasnya.
Teddy menambahkan, pihaknya baru mengetahui kegiatan pembangunan jalan tersebut setelah sebelumnya menerima video aktivitas warga yang sedang mengumpulkan material pada awal Oktober. Saat itu, video tersebut belum disertai informasi lebih lanjut mengenai kegiatan yang dilakukan masyarakat.
Kini, di tengah keterbatasan dukungan anggaran pemerintah untuk akses jalan tersebut, warga tetap melanjutkan pekerjaan secara swadaya. Mereka berharap jalan penghubung sepanjang satu kilometer itu segera rampung sehingga manfaat jembatan gantung dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat kedua desa.















