Sumur Mengering, Baznas Kuningan Gelontorkan 261 Ribu Liter Air Bersih
KUNINGANSATU.COM,- Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Kuningan membuat warga di beberapa desa mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut mendorong Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kuningan menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan.
Sejak awal Agustus hingga akhir September 2026, Baznas Kuningan telah mendistribusikan sedikitnya 261 ribu liter air bersih kepada masyarakat. Penyaluran diprioritaskan ke wilayah yang mengalami kekeringan cukup parah.
Ketua Baznas Kabupaten Kuningan, H. Yusron Kholid, mengatakan bantuan tersebut disalurkan ke lima kecamatan di wilayah Kuningan Timur, yakni Kecamatan Cimahi, Cibingbin, Cibeureum, Ciwaru, dan Karangkancana.
“Distribusi tersebar di lima kecamatan wilayah Kuningan Timur. Kecamatan Cimahi, Cibingbin, Cibeureum, Ciwaru dan Kecamatan Karangkancana. Sebaran desanya lebih dari sepuluh desa,” kata Yusron.
Menurutnya, setiap pengiriman menggunakan armada tangki dengan kapasitas sekitar 9.000 liter air bersih. Dalam kondisi tertentu, satu desa bahkan mendapat pengiriman lebih dari satu kali karena kebutuhan air masyarakat cukup tinggi.
“Ada satu desa yang kami kirim lebih dari satu kali. Karena memang mereka membutuhkan. Sumur-sumur mereka telah kering. Mata air juga sama,” ujarnya.
Yusron menjelaskan, penyaluran air bersih tersebut merupakan bagian dari program Baznas untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar akibat kekeringan.
Dukungan program tersebut berasal dari Baznas RI dan Baznas Jawa Barat. Namun, sumber utama dana zakat yang dikelola Baznas tetap berasal dari para muzaki atau masyarakat yang menunaikan zakat.
“Kami hadir memang untuk membantu bagi yang membutuhkan. Ini ada yang dari Baznas RI, ada juga dari Baznas Jawa Barat. Tapi tetap semuanya dari para muzaki, masyarakat pemberi zakat,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II Baznas Kuningan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Asep Z. Fauzi, memastikan pendistribusian air bersih masih akan terus dilakukan selama masyarakat membutuhkan.
Pada Kamis, 1 Oktober 2026, Baznas Kuningan kembali menjadwalkan penyaluran air bersih ke Desa Gunungsari, Kecamatan Cimahi.
“Untuk prioritas desa memang yang paling membutuhkan,” ujar Asep.
Bantuan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat yang terdampak kekeringan. Salah seorang warga Desa Kawungsari, Asep Markus, mengatakan distribusi air bersih dari Baznas sangat membantu warga yang selama musim kemarau harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan air.
Menurut Asep, sebagian warga terpaksa membeli air isi ulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi itu cukup membebani karena kebutuhan air merupakan kebutuhan pokok rumah tangga.
“Biasanya kami beli air isi ulang. Satu galon tiga sampai lima ribu. Bisa dibayangkan pengeluaran kami. Sedangkan kebutuhan air kan kebutuhan pokok. Dengan adanya bantuan air bersih dari Baznas kami merasa sangat terbantu,” ungkapnya.
Penyaluran air bersih tersebut menjadi salah satu upaya membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau, terutama di desa-desa yang sumber airnya mulai mengering.















