Back to Back Champion! Riyadlul Huda Kembali Juara Sepak Bola Antar-Pesantren Kuningan
KUNINGANSATU.COM,- Pondok Pesantren Riyadlul Huda Winduhaji kembali menorehkan prestasi di ajang sepak bola antar-pesantren se-Kabupaten Kuningan. Tim pesantren tersebut berhasil keluar sebagai juara pertama dalam kompetisi yang berlangsung sejak 2 Oktober hingga penutupan pada Rabu (21/10/2026).
Kemenangan ini terasa istimewa karena Riyadlul Huda berhasil mempertahankan gelar juara pertama selama dua tahun berturut-turut. Capaian tersebut sekaligus menjadi bukti konsistensi tim dalam menjaga performa dan kekompakan di tengah persaingan antarpesantren.
Kompetisi sepak bola ini diikuti sekitar 16 pondok pesantren dari berbagai wilayah di Kabupaten Kuningan. Penyelenggaraannya melibatkan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kabupaten Kuningan. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan melalui surat edaran Bupati Kuningan.
Pada acara penutupan dan penyerahan hasil kejuaraan, keluarga besar Pondok Pesantren Riyadlul Huda turut hadir memberikan dukungan kepada para pemain. Di antara yang hadir adalah pendiri pesantren, KH Dodo Murtadlo Ahmad Hasan, Lc.
Ia menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberhasilan para santri membawa pulang gelar juara. Menurutnya, pencapaian tersebut patut diapresiasi karena lahir dari perjuangan tim yang mampu menjaga semangat hingga kompetisi berakhir.
Bagi keluarga besar Riyadlul Huda, keberhasilan ini bukan sekadar soal trofi. Mempertahankan gelar selama dua tahun berturut-turut menjadi pencapaian yang menunjukkan pentingnya kerja sama, kedisiplinan, dan kesungguhan dalam menghadapi persaingan.
Apresiasi serupa disampaikan mantan Rois Pondok Pesantren Riyadlul Huda, Eki Aflah Muzaki. Ia mengaku bangga melihat tim kembali menempati posisi tertinggi dalam kompetisi sepak bola antarpesantren tersebut.
Meski demikian, ia mengingatkan para pemain agar tidak cepat berpuas diri. Gelar juara yang telah diraih harus menjadi dorongan untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, serta mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
“Teruslah bersemangat dan pertahankan prestasi ini. Jadikan kemenangan tahun ini sebagai pelajaran untuk menjadi lebih baik ke depannya. Semoga pada kompetisi berikutnya, Riyadlul Huda bisa tampil lebih maksimal dan berkompetisi dengan lebih banyak peserta,” demikian pesan motivasi yang disampaikannya.
Ia juga menekankan pentingnya evaluasi setelah kompetisi. Menurutnya, prestasi yang telah dicapai perlu diikuti pembenahan agar tim semakin berkembang dan mampu menghadapi tantangan yang lebih besar pada masa mendatang.
Keberhasilan Riyadlul Huda Winduhaji menjadi juara pertama juga memperlihatkan bahwa kegiatan olahraga dapat menjadi ruang bagi para santri untuk mengembangkan potensi di luar kegiatan pembelajaran pesantren. Melalui sepak bola, para pemain belajar membangun kekompakan, menjaga sportivitas, dan berjuang bersama untuk mencapai tujuan.
Gelar juara yang kembali diraih tahun ini diharapkan menjadi motivasi bagi para santri untuk terus mengembangkan kemampuan dan menjaga nama baik pesantren. Dengan mempertahankan prestasi selama dua tahun berturut-turut, Riyadlul Huda Winduhaji kini memiliki tantangan untuk menjaga konsistensi sekaligus mempersiapkan pencapaian yang lebih baik pada kompetisi mendatang.















