Perkuat Gerakan Perempuan, KOPRI Kuningan Gelar Saresahan
KUNINGANSATU.COM – Memperkuat solidaritas dan membuka ruang dialog bagi kader perempuan menjadi fokus kegiatan Saresahan yang digelar Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Pengurus Cabang (PC) PMII Kuningan di Kuningan Islamic Center, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum berbagi gagasan bagi kader perempuan di lingkungan PMII Kabupaten Kuningan. Melalui kegiatan ini, KOPRI berupaya mempererat hubungan antarkader dan membangun komunikasi yang lebih terbuka dalam menghadapi dinamika organisasi.
Ketua KOPRI PC PMII Kuningan, Aan Lestari, menekankan pentingnya menjaga kebersamaan sebagai fondasi dalam membangun gerakan perempuan yang kuat dan berkelanjutan.
“Solidaritas kader perempuan tidak cukup hanya dibangun melalui pertemuan, tetapi juga harus dirawat melalui komunikasi, kepedulian, dan kemauan untuk saling menguatkan. Kami ingin KOPRI menjadi ruang bagi kader perempuan untuk tumbuh bersama, bertukar gagasan, dan mengembangkan potensi diri,” ujar Aan Lestari.
Saresahan kali ini mengusung tema “Sauyunan Dina Rasa, Nanjeur Dina Karsa”. Ungkapan dalam bahasa Sunda tersebut mengandung makna kebersamaan dalam rasa dan keteguhan dalam kehendak untuk mencapai tujuan bersama.
Tema tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh struktur kepengurusan, tetapi juga oleh ikatan emosional, rasa saling percaya, dan komitmen setiap kader dalam menjalankan peran organisasi.
Dalam kegiatan tersebut, ruang dialog menjadi bagian penting untuk memperkuat hubungan antarkader sekaligus berbagi pengalaman mengenai proses kaderisasi dan dinamika pergerakan. Suasana kekeluargaan diharapkan dapat mendorong kader lebih terbuka dalam menyampaikan pandangan maupun gagasan.
Aan menilai, kader perempuan membutuhkan ruang yang mendukung mereka untuk berkembang, baik dalam kapasitas intelektual, sosial, maupun kepemimpinan.
“Melalui Saresahan ini, kami berharap setiap kader merasa memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat, saling belajar, dan membangun kesadaran bersama. Perbedaan pandangan seharusnya menjadi kekuatan untuk memperkaya gerakan, bukan menjadi penghalang untuk tetap bersatu,” tuturnya.
Menurutnya, solidaritas perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk menjaga komunikasi, menghargai perbedaan, dan saling mendukung dalam proses kaderisasi. Dengan demikian, kebersamaan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi nilai yang diterapkan dalam kehidupan organisasi.
Lebih dari sekadar pertemuan, Saresahan KOPRI Kuningan diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kader perempuan dalam mengambil peran di tengah masyarakat. Kader KOPRI juga diharapkan mampu mengembangkan sikap kritis dan berintegritas serta meningkatkan kepekaan terhadap berbagai persoalan sosial di sekitarnya.
Semangat “Sauyunan Dina Rasa, Nanjeur Dina Karsa” menjadi pesan utama yang dibawa dalam kegiatan tersebut. Kebersamaan dalam rasa perlu diiringi kesamaan tujuan dan diwujudkan melalui karya nyata yang memberi manfaat bagi organisasi maupun masyarakat.
Melalui kegiatan ini, KOPRI PC PMII Kuningan berharap solidaritas antarkader semakin kuat dan proses kaderisasi perempuan dapat terus berkembang. Dengan komunikasi yang terbuka dan komitmen bersama, KOPRI diharapkan mampu melahirkan kader perempuan yang berdaya, kritis, dan siap berkontribusi bagi masa depan pergerakan.















