Kekosongan Jabatan Kuningan Ditargetkan Beres Akhir 2026, Ini Kata Bupati Dian

KUNINGANSATU.COM,- Pemerintah Kabupaten Kuningan tengah mematangkan proses pengisian sejumlah jabatan yang masih kosong di lingkungan pemerintahan daerah. Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menargetkan kekosongan jabatan Eselon II, III, hingga IV dapat terisi seluruhnya sebelum akhir tahun 2026.

Dian mengatakan, proses mutasi maupun pengisian jabatan saat ini masih dalam tahap pembahasan di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

“Mutasi belum, masih digodok di BKPSDM,” kata Dian seusai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kuningan, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, pengisian jabatan Eselon II kemungkinan akan dilakukan bersamaan dengan pengisian jabatan lainnya. Namun, keputusan tersebut masih menunggu proses pembahasan di Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

“Saya belum mendapat laporan lengkap dari BKPSDM, inginnya sih sekaligus, tapi akan digodok dulu di Baperjakat,” ujarnya.

Selain jabatan struktural yang masih kosong, sejumlah posisi pimpinan perangkat daerah maupun kecamatan juga akan segera diisi. Salah satunya jabatan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kuningan.

Dian menyebut, Kepala Disdukcapil Kuningan Yudi akan memasuki masa pensiun pada Kamis (1/10/2026). Untuk memastikan pelayanan tetap berjalan, Pemkab Kuningan telah menyiapkan pejabat pelaksana tugas (Plt).

“Besok tepat Pak Yudi (Kadisdukcapil) pensiun, saya sudah tanda tangani surat tugasnya, Plt-nya nanti Bu Susi (Staf Ahli),” ungkapnya.

Kekosongan jabatan juga terjadi di tingkat kecamatan. Dian menyebut beberapa kecamatan yang saat ini membutuhkan pengisian jabatan camat.

Untuk mempercepat proses tersebut, Bupati telah meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan Uu Kusmana untuk melakukan pemetaan dan penggodokan calon pengisi jabatan.

“Saya sudah tugaskan Pak Sekda untuk menggodok ini,” katanya.

Dian menegaskan, pengisian jabatan tersebut ditargetkan dapat diselesaikan sebelum penghujung tahun. Menurutnya, kekosongan yang terlalu lama dikhawatirkan berdampak terhadap kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Saya ingin akhir tahun ini beres semua mengisi kekosongan Eselon II, III, dan IV, karena kalau dibiarkan akan mengganggu pelayanan,” tegasnya.

Di tengah proses pengisian jabatan, Pemkab Kuningan juga tetap menjalankan manajemen talenta sebagai bagian dari pemetaan sumber daya aparatur.

Dian memastikan proses tersebut masih berjalan. Pemetaan dilakukan untuk melihat posisi dan kebutuhan pegawai dalam struktur pemerintahan.

“Masih jalan, itu bagian dari proses manajemen talenta yang sedang dipetakan kotak-kotaknya oleh Pak Sekda,” jelasnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Kuningan U Kusmana mengatakan pihaknya bersama BKPSDM tengah melakukan pemetaan terhadap sejumlah jabatan yang kosong.

“Sesuai arahan Pak Bupati, tentu saja berapa yang kosong itu kan lagi memetakan dengan BKPSDM. Nanti waktunya terserah beliau, namun kami di Baperjakat bersama BKPSDM kita sudah siap dan lagi memetakan. Ada beberapa puluh,” kata Uu.

Uu juga memastikan proses pengisian jabatan tersebut tidak disertai praktik transaksional maupun intervensi.

“Tidak ada itu,” jawabnya ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya transaksi dalam proses pengisian jabatan.

Ia kembali menegaskan bahwa proses penunjukan pejabat, termasuk Plt, dilakukan tanpa intervensi dan tidak ada keterporelan.

“Tidak ada, tidak ada intervensi ya, dan tidak ada keterporelan,” pungkasnya.

Dengan proses pemetaan yang tengah berjalan, Pemkab Kuningan kini menyiapkan pengisian sejumlah jabatan kosong di berbagai tingkatan. Pemerintah daerah menargetkan proses tersebut rampung akhir 2026 agar roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup