Helikopter Bergerak di Tengah Karhutla Ciremai, 730 Personel Disiagakan
KUNINGANSATU.COM,- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Bapa Aing bersiap melanjutkan pergerakan menggunakan helikopter di tengah upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jumat (23/10/2026).
Informasi tersebut mengemuka setelah Dedi Mulyadi mengunggah dokumentasi aktivitasnya di media sosial pribadi. Dalam rekaman itu, ia terlihat berada di sekitar helikopter dan berbincang dengan pilot sebelum rencana penerbangan berikutnya.
Percakapan tersebut turut menyinggung rencana penerbangan menuju Pangkalan TNI AU S. Sukani, Majalengka, serta pengambilan air untuk mendukung penanganan kebakaran.
“Apinya segera padam,” ujar Dedi Mulyadi dalam percakapan dengan pilot yang terdengar dalam rekaman tersebut.
Pilot kemudian menjelaskan bahwa persiapan penerbangan berikutnya akan dilakukan setelah salat Jumat, termasuk pengarahan atau briefing serta pemeriksaan perlengkapan.
“Rencana kami akan melaksanakan persiapan salat Jumat dahulu. Kami akan briefing-kan dahulu dan mengecek perlengkapan, insyaallah nanti setelah Jumatan baru kita jalan,” kata pilot kepada Dedi Mulyadi.
Di sisi lain, laporan penerbangan yang diterima Wartawan KUNINGANSATU.COM,- menyebut helikopter HT-7201 dengan menjalankan misi dukungan penanganan karhutla di wilayah Jawa Barat.
Dalam laporan tersebut, helikopter dijadwalkan bergerak menuju Pangkalan TNI AU S. Sukani, Majalengka, pada pukul 08.10 WIB.
“Selamat Pagi, izin melaporkan Helikopter HT-7201 , Misi: Duk Karhutla Wilayah Jabar, Rute: Ats-(Sdm)-Ski/Kerta/Stby-Sas-Ski/Kerta/R, Landing Apron Baseops Presentime aman dan lancar. Dmmp pukul 08.10 menuju Pangkalan TNI AU S Sukani Majalengka,” demikian bunyi laporan yang diterima redaksi.
Meski terdapat kesesuaian konteks antara aktivitas Dedi Mulyadi dan laporan penerbangan untuk misi dukungan karhutla, belum ada konfirmasi resmi yang memastikan bahwa Gubernur Jawa Barat tersebut berada di dalam helikopter HT-7201.
Tujuan akhir penerbangan serta kemungkinan helikopter digunakan untuk mendukung operasi pemadaman di kawasan Gunung Ciremai juga masih menunggu kepastian.
Sementara itu, penanganan kebakaran di lereng Gunung Ciremai terus diperkuat. Sebanyak 730 personel dan relawan dari berbagai unsur dikumpulkan dalam apel akbar penanganan karhutla di Alun-alun Desa Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jumat pagi.
Apel tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman. Kegiatan ini menjadi bagian dari konsolidasi petugas sebelum mereka bergerak menuju sejumlah titik kebakaran.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu, membenarkan adanya pengerahan petugas gabungan dan relawan dalam kegiatan tersebut.
“Hari ini apel akbar, Kang, lebih dari 500 petugas dan relawan akan terjun ke titik api, dan akan di-briefing dulu sebelumnya oleh Pak Sekda Jabar,” ujar Indra Bayu kepada KUNINGANSATU.COM, Jumat (23/10/2026).
Data pelaksanaan apel menyebut jumlah peserta mencapai 730 orang. Sementara itu, Indra Bayu menyampaikan bahwa lebih dari 500 petugas dan relawan dipersiapkan untuk bergerak menuju titik api setelah menerima pengarahan.
Pengerahan tersebut dilakukan untuk memperkuat upaya pemadaman di tengah kondisi medan yang sulit dijangkau, keterbatasan sumber air, serta tiupan angin yang berpotensi mempercepat penyebaran api.
Sehari sebelumnya, Dedi Mulyadi meninjau langsung kawasan terdampak kebakaran di wilayah Pasawahan, Kabupaten Kuningan. Dalam kunjungan itu, ia meminta masyarakat turut membantu petugas memadamkan api yang terus meluas.
KDM juga menyampaikan rencana pemberian anggaran sebesar Rp250 ribu per orang per hari bagi masyarakat yang terlibat dalam upaya penanganan kebakaran tersebut.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat keterlibatan warga sekaligus menambah tenaga di lapangan, terutama pada titik-titik yang membutuhkan penanganan segera.
Pergerakan helikopter dengan misi dukungan karhutla dan pengerahan ratusan personel pada Jumat menjadi bagian dari upaya penanganan kebakaran di kawasan Gunung Ciremai.















