73 Pelajar dan Mahasiswa Berebut Jadi Duta Genre Kuningan 2026

KUNINGANSATU.COM,- Sebanyak 73 pendaftar dari kalangan pelajar dan mahasiswa mengikuti proses penjaringan Duta Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Kuningan Tahun 2026. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan berupaya menyiapkan generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki pengetahuan, karakter, dan kepedulian terhadap persoalan remaja.

Kegiatan Sekolah Genre dan Pemilihan Duta Genre Kabupaten Kuningan Tahun 2026 dibuka oleh Bunda Genre Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati, S.Sos., di Ruang Rapat Sang Adipati, Lantai 2 Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan, Kompleks Kuningan Islamic Center, Senin (12/10/2026).

Dalam sambutannya, Ela menekankan bahwa pembentukan generasi muda berkualitas membutuhkan proses panjang yang melibatkan pendidikan, keteladanan, perhatian keluarga, serta dukungan lingkungan.

Menurutnya, remaja merupakan aset penting bagi masa depan bangsa. Karena itu, pembinaan tidak cukup hanya dilakukan melalui pendidikan formal, tetapi juga perlu disertai penguatan karakter dan pendampingan agar mereka mampu mengambil keputusan secara tepat.

“Generasi yang hebat tidak tumbuh dengan sendirinya. Mereka tumbuh melalui pendidikan, keteladanan, perhatian, dan dukungan dari lingkungan sekitarnya,” ungkap Ela.

Ia menjelaskan, program Generasi Berencana dirancang untuk membekali remaja dengan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan perilaku berisiko, pentingnya pendidikan, perencanaan karier, hingga kesiapan menjalani kehidupan berkeluarga.

Karena itu, Pemilihan Duta Genre tidak boleh dipandang sebatas ajang perlombaan atau kompetisi penampilan. Para peserta diharapkan mampu menjadi figur inspiratif sekaligus menyampaikan edukasi yang benar kepada teman sebaya.

“Jadilah Duta yang benar-benar hadir di tengah remaja, mau mendengarkan aspirasi mereka, menyampaikan informasi yang benar, serta mengajak teman-teman sebaya untuk merencanakan masa depan dengan lebih baik,” pesannya.

Sementara itu, Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kuningan, Drs. H. Apip Ropii, S.Kep., Ners., S.Sos., SKM., M.M.Kes., menegaskan bahwa penilaian peserta Duta Genre Tahun 2026 tidak hanya berfokus pada penampilan dan kemampuan berbicara di depan umum.

Ada tiga aspek utama yang menjadi perhatian, yakni knowledge atau pengetahuan, skill atau keterampilan, serta attitude atau sikap.

Ketiga aspek tersebut dinilai penting karena seorang Duta Genre harus memiliki bekal pengetahuan yang memadai, mampu berkomunikasi dengan baik, serta menunjukkan perilaku yang dapat dijadikan teladan oleh remaja lainnya.

Peserta yang terpilih nantinya dipersiapkan untuk mewakili Kabupaten Kuningan dalam Pemilihan Duta Genre tingkat Provinsi Jawa Barat.

Melalui seleksi dan pembinaan, pemerintah daerah berharap dapat menemukan figur muda yang memiliki kemampuan sekaligus komitmen untuk menyebarkan informasi positif mengenai perencanaan kehidupan berkeluarga dan berbagai persoalan yang dihadapi remaja.

Apip juga menyampaikan bahwa Sekolah Genre akan menggunakan metode pembelajaran yang beragam, mulai dari pertemuan tatap muka, pembelajaran daring, hingga kegiatan luar ruang.

Salah satu lokasi yang direncanakan menjadi tempat pembelajaran di alam terbuka adalah kawasan Telaga Surian. Metode tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik sekaligus memperkenalkan potensi lingkungan daerah kepada peserta.

Dalam laporannya, Kepala Bidang Keluarga Sejahtera DPPKBP3A Kabupaten Kuningan, Anwar Nasihin, S.Kom., M.Si., mengungkapkan bahwa Pemilihan Duta Genre Tahun 2026 mendapat partisipasi dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

Tercatat sebanyak 40 pendaftar berasal dari 18 SMA, SMK, dan MA. Sementara itu, dari kalangan mahasiswa terdapat 33 pendaftar yang berasal dari tujuh perguruan tinggi, baik di dalam maupun di luar Kabupaten Kuningan.

Menurut Anwar, Sekolah Genre Tahun 2026 menjadi angkatan pertama yang dirancang sebagai program pembinaan berkelanjutan selama satu tahun. Program ini tidak hanya berorientasi pada pemilihan duta, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai Generasi Berencana.

Pelaksanaannya direncanakan menjangkau lima wilayah di Kabupaten Kuningan dengan dukungan Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengendalian Penduduk (UPTD Dalduk).

Melalui skema tersebut, edukasi dan pembinaan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak remaja, tidak hanya mereka yang mengikuti seleksi Duta Genre, tetapi juga lingkungan pendidikan dan masyarakat di wilayah masing-masing.

Anwar menambahkan, program ini diharapkan mampu menjaring generasi muda potensial yang memiliki wawasan luas, karakter kuat, keterampilan komunikasi, serta kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi teman sebaya.

Pembinaan juga akan diarahkan untuk membantu remaja menghadapi tantangan perkembangan zaman, termasuk dinamika pergaulan dan penggunaan teknologi digital.

Dengan pendekatan edukatif dan kolaboratif, peserta diharapkan mampu mengembangkan keterampilan hidup serta menjadi sumber informasi yang positif bagi lingkungan sekitarnya.

Selain memperkuat pembinaan melalui Sekolah Genre, Ela Helayati mengajak kepala sekolah, guru, orang tua, dan seluruh pihak terkait untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan remaja.

Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun karakter, menumbuhkan kepercayaan diri, dan mengembangkan keterampilan hidup.

Peran keluarga juga dinilai tidak kalah penting. Komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak, disertai perhatian serta keteladanan, menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang sehat dan bertanggung jawab.

Kegiatan tersebut turut dihadiri para pimpinan perguruan tinggi, kepala sekolah SMA dan SMK, unsur UPTD Dalduk, Pokja I TP PKK Kabupaten Kuningan, pengurus Forum Genre, serta sejumlah undangan lainnya.

Melalui Sekolah Genre dan Pemilihan Duta Genre Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat semakin kuat dalam mendampingi tumbuh kembang remaja.

Program ini diharapkan tidak berhenti pada proses seleksi dan penetapan duta, tetapi berlanjut menjadi gerakan edukasi yang mampu mendorong remaja lebih memahami potensi diri, merencanakan masa depan, dan berperan aktif di tengah masyarakat.

Dengan pembinaan yang berkelanjutan, generasi muda Kuningan diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang sehat, berkarakter, berdaya saing, dan bertanggung jawab sebagai bagian dari upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup