Setetes Darah, Sejuta Harapan! Diskominfo Kuningan Gelar Donor Darah
KUNINGANSATU.COM,– Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan menggelar kegiatan donor darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kuningan, Jumat (16/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kantor Diskominfo tersebut menjadi salah satu upaya membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat.
Sejumlah pegawai Diskominfo ikut ambil bagian dalam kegiatan sosial yang rutin digelar setiap tiga bulan tersebut. Dari peserta yang mengikuti pemeriksaan kesehatan, enam orang berhasil mendonorkan darahnya, sementara satu calon pendonor belum dapat berpartisipasi karena belum memenuhi persyaratan kesehatan.
Kepala Diskominfo Kabupaten Kuningan, Ucu Suryana, mengatakan donor darah merupakan bentuk kepedulian yang bisa dilakukan siapa saja untuk membantu sesama. Meski terlihat sederhana, sumbangan darah dapat memberikan manfaat besar bagi pasien yang membutuhkan transfusi.
“Yang paling penting, kita bisa membantu orang lain. Kalau ada saudara, anak, atau masyarakat yang membutuhkan darah, kita bisa ikut membantu. Karena manusia yang paling baik adalah manusia yang bermanfaat bagi sesamanya,” ujar Ucu.
Menurutnya, kegiatan donor darah di lingkungan Diskominfo tidak hanya bertujuan membantu ketersediaan darah, tetapi juga membangun kebiasaan berbagi di kalangan pegawai.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong semakin banyak orang untuk berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan, terutama ketika ada kesempatan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Mumpung ada kegiatan donor darah, mari kita manfaatkan dan ikut berpartisipasi. Semoga semakin banyak yang tergerak untuk membantu sesama,” katanya.
Sementara itu, Subbidang Donor Darah PMI Kabupaten Kuningan, Weni Wening Anggraini, mengapresiasi konsistensi Diskominfo dalam menyelenggarakan kegiatan donor darah. Menurutnya, dukungan dari instansi pemerintah maupun masyarakat memiliki peran penting dalam membantu PMI memenuhi kebutuhan darah bagi pasien.
“Terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Diskominfo Kabupaten Kuningan atas terselenggaranya kegiatan donor darah ini. Kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan setiap dua atau tiga bulan sekali dan sangat membantu stok darah di PMI,” jelas Weni.
Sebelum menjalani donor darah, setiap calon pendonor harus melewati pemeriksaan kesehatan, termasuk pengecekan tekanan darah dan kadar hemoglobin (Hb). Tahapan ini dilakukan untuk memastikan kondisi calon pendonor memenuhi persyaratan sehingga proses donor dapat berlangsung dengan aman.
Calon pendonor yang belum memenuhi ketentuan kesehatan tidak diperkenankan melanjutkan proses donor pada saat itu. Hal tersebut menjadi bagian dari prosedur untuk menjaga keselamatan pendonor.
Weni mengungkapkan, ketersediaan stok darah di PMI Kabupaten Kuningan masih perlu ditingkatkan agar dapat memenuhi kebutuhan transfusi. Karena itu, kegiatan donor darah yang melibatkan instansi dan masyarakat dinilai penting untuk terus digalakkan.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya di lingkungan perkantoran, tetapi juga di berbagai komunitas masyarakat.
“Harapannya bisa memotivasi yang lain yang belum ikut donor darah untuk berpartisipasi, sehingga dapat membantu ketersediaan stok darah di PMI yang saat ini masih kurang dibandingkan dengan kebutuhan,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, Diskominfo Kabupaten Kuningan bersama PMI mengajak masyarakat yang memenuhi persyaratan kesehatan untuk ikut mendonorkan darah secara sukarela.














