Bupati Dian Ajak Jajaran Pemkab Belajar Kepemimpinan dari KRI Dewaruci

KUNINGANSATU.COM,- Pelayaran bersama KRI Dewaruci menjadi pengalaman berbeda bagi Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., bersama Wakil Bupati Tuti Andriani, Sekretaris Daerah U. Kusmana, serta jajaran kepala perangkat daerah dan camat. Di atas kapal legendaris TNI Angkatan Laut itu, Bupati Dian mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah memperkuat kekompakan, ketangguhan, dan keberanian dalam mengambil keputusan demi kepentingan masyarakat.

Kegiatan joy sailing tersebut berlangsung di Dermaga Pelita 3, Pelabuhan Cirebon, Kamis (15/10/2026). Selain menjadi ajang kebersamaan antara Pemerintah Kabupaten Kuningan dan TNI Angkatan Laut, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memetik pelajaran tentang kepemimpinan dan arah pembangunan daerah.

Bupati Dian mengikuti pelayaran tersebut setelah menerima undangan dari Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Cirebon, Letkol Laut (P) Mizar Hanoeng. Kesempatan itu sekaligus menjadi momen bagi rombongan Pemkab Kuningan untuk mengenal lebih dekat sejarah dan peran KRI Dewaruci dalam perjalanan TNI AL.

Di hadapan jajaran yang turut serta, Dian menegaskan bahwa pelayaran tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial atau agenda di luar rutinitas pemerintahan. Menurutnya, ada banyak nilai yang dapat dipetik dari perjalanan kapal, mulai dari kebersamaan hingga pentingnya memiliki tujuan yang jelas.

“Hari ini kita tidak sekadar berlayar. Kita mencoba sesuatu yang baru, melihat dari sudut pandang yang berbeda dari yang biasa kita lakukan selama ini. Kita belajar tentang kebersamaan, ketangguhan, dan bagaimana mencapai tujuan dengan arah yang jelas,” ungkap Dian.

Ia kemudian mengibaratkan perjalanan kapal dengan jalannya pemerintahan. Sebuah kapal membutuhkan kompas agar tidak kehilangan arah, sedangkan pemerintah daerah memerlukan visi dan misi sebagai pedoman dalam menjalankan pembangunan.

Dian menyebut visi Kuningan Melesat beserta enam misi pembangunan harus menjadi pegangan bersama seluruh perangkat daerah. Kesamaan arah dinilai penting agar setiap program tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling mendukung dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kalau kita memiliki tujuan yang sama, kita harus bergerak bersama. Kekompakan dan kerja sama menjadi kunci agar program pembangunan bisa berjalan sesuai arah yang telah ditetapkan,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Selain menyoroti pentingnya kekompakan, Bupati Dian mengingatkan bahwa tantangan pemerintahan membutuhkan ketangguhan mental dan keberanian dalam menentukan langkah. Ia menilai, perubahan tidak akan terjadi apabila pemimpin selalu ragu dalam mengambil keputusan.

Namun, keberanian tersebut harus tetap didasari pertimbangan yang matang dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Setiap keputusan, menurutnya, harus diarahkan untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik dan mendorong kesejahteraan warga Kabupaten Kuningan.

“Keberanian itu identik dengan perubahan dan pengambilan keputusan. Sepanjang tujuan kita baik, untuk menyejahterakan masyarakat dan membuat Kuningan lebih baik, kita harus berani melangkah,” tuturnya.

Dian juga mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah agar terbuka terhadap kritik dan saran. Sebagai pejabat publik, masukan dari berbagai pihak perlu diterima secara bijaksana dan dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja pemerintahan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Dian menyampaikan apresiasi kepada Danlanal Cirebon dan Komandan KRI Dewaruci, Letkol Laut (P) Nana Masihna, yang telah memberikan kesempatan kepada rombongan Pemkab Kuningan untuk mengikuti pelayaran.

Ia turut mengapresiasi pengabdian TNI Angkatan Laut dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Baginya, KRI Dewaruci bukan hanya kapal kebanggaan TNI AL, tetapi juga memiliki peran penting dalam memperkenalkan identitas dan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.

Komandan KRI Dewaruci, Letkol Laut (P) Nana Masihna, menjelaskan bahwa kapal tersebut memiliki dua peran penting, yakni sebagai sarana latihan praktik taruna dan sebagai bagian dari diplomasi negara.

Melalui pelayaran ke berbagai negara, KRI Dewaruci tidak hanya menjalankan misi kemaritiman, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia. Berbagai pertunjukan seni tradisional menjadi salah satu cara untuk mengenalkan identitas bangsa kepada masyarakat dunia.

Nana menyebut KRI Dewaruci memiliki panjang sekitar 58 meter dan lebar 9,3 meter. Kapal bersejarah tersebut telah menempuh berbagai rute pelayaran internasional dan menjadi bagian dari perjalanan panjang TNI Angkatan Laut.

Sementara itu, Danlanal Cirebon Letkol Laut (P) Mizar Hanoeng mengungkapkan, keterlibatan KRI Dewaruci dalam kegiatan tersebut berawal dari undangan Bupati Kuningan kepada pimpinan TNI Angkatan Laut saat peringatan Hari Jadi Kuningan.

Menurut Mizar, pelayaran bersama ini menjadi bentuk kebersamaan yang unik antara pemerintah daerah dan TNI AL. Ia juga menyinggung hubungan historis Kuningan dengan perjalanan bangsa Indonesia, salah satunya melalui Perundingan Linggarjati pada 1946.

Ia berharap hubungan baik antara TNI Angkatan Laut dan Pemerintah Kabupaten Kuningan dapat terus diperkuat melalui berbagai kegiatan serta kolaborasi yang memberikan manfaat bagi kedua pihak.

Bagi Pemkab Kuningan, pengalaman berlayar bersama KRI Dewaruci diharapkan tidak berhenti sebagai agenda kebersamaan semata. Nilai-nilai kepemimpinan, kedisiplinan, keberanian, dan kerja sama yang diperoleh selama kegiatan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Bupati Dian pun berharap seluruh jajaran pemerintah daerah tetap solid, berani mengambil keputusan yang tepat, serta konsisten bergerak dalam satu arah untuk mewujudkan Kuningan yang semakin maju dan sejahtera.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup