Ada yang Terusik Jika Amih Tuti Pimpin Gerindra Kuningan? Ini Pandangan Pengamat
KUNINGANSATU.COM – Munculnya sosok berinisial AS yang digadang-gadang mendapat restu untuk menakhodai DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuningan menambah dinamika bursa kepemimpinan partai berlambang kepala burung Garuda tersebut.
Di tengah kabar Amih Tuti, sapaan akrab Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani, yang semula digadang-gadang sebagai calon terkuat namun kini disebut-sebut tersisih, Pengamat Kebijakan Publik F-Tekad Kabupaten Kuningan, Sujarwo atau yang akrab disapa Mang Ewo, menyampaikan pandangannya mengenai potensi dampak politik jika Amih Tuti justru mendapat kepercayaan dari DPP Gerindra.
Menurut Mang Ewo, jika DPP Gerindra akhirnya mempercayakan Amih Tuti untuk memimpin DPC Gerindra Kabupaten Kuningan, ada pihak yang diduga akan merasa kurang nyaman. Pihak tersebut, menurutnya, tidak hanya berasal dari internal partai, tetapi juga bisa dari luar.
Lebih dari itu, Mang Ewo juga mengatakan bahwa Patut diduga keras akan ada yang merasa ‘kurang nyaman’, jika DPP Gerindra akhirnya mempercayakan kepada Tuti Andriani untuk menjadi nahkoda DPC Geridra Kab. Kuningan.
“Yang akan ‘terusik’ jika Tuti Andriani menjadi pucuk Pimpinan DPC Gerindra Kab. Kuningan, sangat mungkin bukan di internal Gerindra semata, tapi ada juga yang ‘di luar’,” ujar Mang Ewo, Senin (12/10/2026).
Ia juga menilai, apabila Amih Tuti yang saat ini berada pada posisi K-2 atau Wakil Bupati mendapat amanah memimpin Gerindra Kuningan, situasi tersebut akan memunculkan prediksi mengenai peta politik pada pesta demokrasi 2029.
“Jika akhirnya Tuti Andriani, yang saat ini berada pada posisi K-2 mendapat Amanah dari DPP Gerindra, siapapun akan ‘memprediksi’ pada pesta demokrasi 2029 di Kabupaten Kuningan, akan menjadi sosok yang sulit untuk dikalahkan,” katanya.
Mang Ewo turut menyoroti peluang perempuan menjadi pucuk pimpinan partai politik di Kabupaten Kuningan. Ia mengaitkan kemungkinan tersebut dengan sosok almarhumah H. Uce yang pernah memimpin Kuningan dengan sentuhan keibuan.
“Keberadaan sosok perempuan sbg pucuk pimpinan Parpol terlebih sbg sosok Pimpinan eksekutif ( Bupati ), juga akan mengingatksn masyarakat thd sosok Almarhumah H. Uce saat meminpin Kuningan, dg sentuhan lembut keibuan,” tuturnya.
Menurutnya, kehadiran perempuan sebagai pimpinan partai politik di Kabupaten Kuningan bukan hal yang mustahil. Bahkan, hal tersebut dinilainya dapat menjadi daya tarik tersendiri di tengah dominasi laki-laki dalam kepemimpinan partai politik.
“Kehadiran sosok wanita sebagai Pucuk pimpinan parpol di Kab. Kuningan, sangat tidak mustahil dan akan mejadi data tarik tersendiri du tengah mayoritas pimpinan parpol, yang cenderung didominasi oleh kaum lelaki,” ujarnya.
Terkait kemungkinan Amih Tuti tidak mendapat kepercayaan untuk memimpin Gerindra Kuningan, Mang Ewo meyakini hal tersebut tidak serta-merta membuatnya berpindah ke partai politik lain.
“Saya yakin, kalaupun Tuti Andriani tidak mendapatkan amanah untuk menahkodai Gerindra Kab. Kuningan, tidak akan semudah itu yang berdangkutan loncat ke Parpol apapun,” pungkas Mang Ewo.***















