Tuti Calon Kuat Ketua Gerindra Kuningan, Dirahmati Mulai Berjarak?

KUNINGANSATU.COM – Pilkada 2029 memang masih jauh. Namun, suhu politik Kuningan mulai memperlihatkan tanda-tanda yang menarik untuk dibaca sejak sekarang.

Nama Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani mulai mencuat dalam dinamika internal Partai Gerindra. Ia disebut-sebut masuk dalam bursa Ketua DPC Gerindra Kabupaten Kuningan, di tengah proses penataan kepengurusan partai yang masih berlangsung.

Jika Tuti benar-benar mendapat mandat dari DPP Gerindra untuk memimpin partai di tingkat kabupaten, posisi tersebut bukan sekadar jabatan struktural. Tuti akan memiliki kendaraan politik dan panggung yang jauh lebih kuat untuk memainkan peran dalam percaturan politik Kuningan.

Di titik inilah isu Pilkada 2029 mulai menjadi menarik. Sebab, Tuti saat ini masih menjabat sebagai Wakil Bupati Kuningan mendampingi Bupati Dian Rachmat Yanuar. Keduanya merupakan pasangan yang memenangkan Pilkada 2024 dan kini menjalankan pemerintahan bersama.

Namun, dinamika politik selalu memiliki hitungan berbeda. Ketika nama Tuti mulai dikaitkan dengan Gerindra, spekulasi mengenai kemungkinan perubahan konstelasi politik pada 2029 pun ikut bermunculan.

Pertanyaannya, apakah hubungan politik Dian-Tuti akan tetap solid hingga akhir masa jabatan, atau justru mulai memasuki fase berbeda ketika kepentingan politik 2029 semakin mendekat?Belum ada pernyataan terbuka yang menunjukkan keretakan di antara keduanya.

Tetapi, munculnya nama Tuti dalam bursa kepemimpinan Gerindra menjadi salah satu perkembangan yang membuat peta politik Kuningan layak dicermati.

Apalagi, Gerindra merupakan salah satu partai politik besar yang memiliki posisi strategis dalam percaturan politik nasional maupun daerah.

Di internal Gerindra Kuningan sendiri, nama Tuti bukan satu-satunya yang disebut. Plt Ketua DPC Gerindra Kuningan Toto Tohari masih menjadi bagian dari dinamika kepengurusan. Nama anggota DPR RI H Rokhmat Ardiyan juga sebelumnya sempat muncul dalam pembicaraan mengenai bursa Ketua DPC.

Namun, Toto justru berusaha meredam kesan adanya persaingan antarkader.

“Orang Gerindra masa bersaing dengan sesama Gerindra. Pada prinsipnya, kader Partai Gerindra tetap kompak, bersatu dari pusat hingga daerah, itu saja,” ujar Toto Tohari, Jumat (21/8/2026).

Menurut Toto, hingga saat ini belum ada keputusan definitif mengenai siapa yang akan memimpin DPC Gerindra Kuningan. Proses penataan kepengurusan masih berada di tangan struktur partai di tingkat pusat.

“Nah, dari DPP baru ke DPD, menyusul DPC secara massal dimudakan lagi seluruh Indonesia,” katanya.

Toto memperkirakan proses pergantian kepengurusan DPD dan DPC akan berlangsung sekitar Oktober atau November 2026. Berbeda dengan sejumlah partai lain, Gerindra tidak menggunakan mekanisme musyawarah cabang untuk menentukan ketua DPC.

“Di Partai Gerindra, tidak ada muscab, tapi langsung perintah DPP. Makanya, di Gerindra jangan merasa paling baik, merasa paling jago, karena siapapun ketika diperintahkan harus mau,” tandasnya.

Begitu pula mengenai nama-nama yang disebut masuk dalam bursa Ketua DPC. Toto menegaskan tidak ada mekanisme pengajuan kandidat dari daerah kepada DPP.

“Di Gerindra, gak ada kandidat-kandidat, usulan juga gak ada. Sifatnya komando dari DPP. Siapapun harus taat dan patuh kepada yang ditunjuk DPP,” tegasnya.

Ketika ditanya mengenai isu dirinya, Tuti Andriani maupun Rokhmat Ardiyan yang disebut-sebut masuk dalam bursa Ketua DPC Gerindra Kuningan, Toto mengaku tidak mengetahui secara pasti.

Bagi Toto, keputusan tetap berada di tangan pusat. Siapa pun yang nantinya mendapatkan mandat harus diterima seluruh kader.

“Saya tidak tahu, itu urusan pusat. Kita kompak, kita selalu bersama. Prinsipnya siapapun yang ditunjuk pusat, kita harus kompak, saling mendukung,” ucapnya sambil tersenyum.

Kini, bola politik berada di tangan DPP Gerindra. Jika Tuti benar mendapat mandat memimpin Gerindra Kuningan, maka peta politik menuju 2029 tentu akan semakin menarik.

Bukan karena dugaan keretakan Dian-Tuti sudah terjadi, melainkan karena sejak sekarang mulai muncul pertanyaan yaitu apakah pasangan kepala daerah Kuningan itu akan tetap berjalan dalam satu garis politik hingga 2029, atau masing-masing mulai menyiapkan jalannya sendiri?

“Siapapun yang ditunjuk pusat, kita harus kompak, saling mendukung,” kata Toto.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Ping-balik: Dua Empat Jam Berita
Sudah ditampilkan semua
Tutup