3 Warga Kuningan Jadi Korban Kebakaran Warmindo, Bupati Jenguk Langsung
KUNINGANSATU.COM,- Kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah ditunjukkan Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., dengan menjenguk tiga warga Kabupaten Kuningan yang menjadi korban kebakaran Warmindo Sumber Rejeki 07 di Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ketiga korban saat ini menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Kebakaran yang diduga dipicu kebocoran gas tersebut terjadi pada Senin (28/9/2026) siang dan menyebabkan para pegawai mengalami luka bakar serius.
Dalam kunjungan pada Jumat (9/10/2026), Bupati Dian didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kuningan, Tatiek Ratna Mustika, serta tim pekerja sosial medis. Selain melihat langsung kondisi para korban, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan medis berjalan optimal sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang mendampingi.
Tiga warga Kuningan yang menjadi korban yakni Deden Deni (31), warga Desa Mekarmulya, Kecamatan Garawangi, yang mengalami luka bakar hingga 80 persen. Dua korban lainnya adalah Muhammad Ilham Kholid Ramdoni (19), warga Desa Balong, Kecamatan Sindangagung, dan Fairuz Qolbi (27), warga Desa Galaherang, Kecamatan Maleber.
Kondisi para korban yang membutuhkan perawatan intensif menjadi perhatian pemerintah daerah. Bupati Dian menegaskan, pemerintah tidak boleh absen ketika warganya menghadapi situasi sulit, termasuk mereka yang sedang bekerja dan mencari nafkah di luar daerah.
“Kami sangat prihatin atas musibah yang dialami warga kita. Kehadiran kami di RSUP Dr. Sardjito bersama Kadinsos adalah untuk memastikan penanganan medis berjalan optimal serta memberikan pendampingan sosial bagi keluarga,” ujar Dian.
Menurutnya, perhatian pemerintah tidak hanya diberikan melalui kunjungan, tetapi juga dengan memastikan keluarga korban memperoleh pendampingan selama proses perawatan berlangsung.
Suasana haru mewarnai pertemuan tersebut. Istri Deden Deni menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Kuningan yang telah meluangkan waktu untuk menjenguk suaminya, memberikan doa, serta menyampaikan dukungan dan bantuan secara langsung kepada keluarga.
Di tengah perhatian terhadap para korban, Bupati Dian juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan aspek keselamatan saat menggunakan gas untuk keperluan memasak. Ia meminta warga lebih waspada terhadap potensi kebocoran gas, terutama di lingkungan usaha kuliner yang menggunakan tabung gas setiap hari.
Masyarakat diimbau mengenali tanda-tanda kebocoran, seperti munculnya bau gas, serta memastikan tabung, regulator, selang, dan peralatan lainnya terpasang dengan benar sesuai prosedur keselamatan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kuningan, Tatiek Ratna Mustika, terus berkoordinasi dengan pihak RSUP Dr. Sardjito bersama pekerja sosial medis rumah sakit, Kristina Ririn dan Anadia. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mendukung kebutuhan pendampingan sosial bagi korban dan keluarga selama masa perawatan.
Perhatian terhadap para korban juga datang dari komunitas warga Kuningan di perantauan. Ketua Paguyuban Pengusaha Warga Kuningan (PPWK), Andi Waruga, yang berada di Yogyakarta, mengapresiasi langkah Bupati Dian menjenguk warganya.
Menurut Andi, kunjungan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga Kuningan yang bekerja di luar daerah, termasuk mereka yang menggantungkan penghidupan pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sebagaimana diberitakan TribunJogja.com, kebakaran di Warmindo Sumber Rejeki 07 terjadi pada Senin (28/9/2026) siang. Insiden tersebut diduga bermula dari kebocoran gas di bagian dapur ketika karyawan sedang memasak.
Sebelum ledakan terjadi, bau gas disebut sempat tercium. Seorang tetangga warung bahkan telah memberikan peringatan. Namun, sebelum gas berhasil dikeluarkan dari ruangan, ledakan terjadi hingga membuat sejumlah karyawan terpental.
Api kemudian menyambar bagian atap dan barang-barang di sekitar dapur. Insiden tersebut mengakibatkan tiga pegawai mengalami luka bakar serius dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penerapan prosedur keselamatan penggunaan gas, khususnya di tempat usaha makanan. Pemeriksaan rutin peralatan, ventilasi yang memadai, serta penanganan yang tepat ketika tercium bau gas menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa.
Bagi Pemerintah Kabupaten Kuningan, pendampingan terhadap para korban diharapkan dapat memastikan warga yang tertimpa musibah tetap memperoleh perhatian dan dukungan, meskipun mereka sedang berada jauh dari kampung halaman.














