Ubi Kuningan Pernah Menarik Perhatian di Korea, Ini Peluang Besarnya
KUNINGANSATU.COM,- Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., mendorong masyarakat untuk lebih mengutamakan pangan lokal sebagai bagian dari pola konsumsi sehat sekaligus peluang meningkatkan ekonomi daerah. Pesan itu disampaikan saat membuka Lomba Cipta Menu dalam rangka Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-46 Tahun 2026 di lapangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Rabu (21/10/2026).
Mengusung tema Inovasi Menu Sehat Berbasis Potensi Lokal, kegiatan ini diikuti Tim Penggerak PKK dari 32 kecamatan se-Kabupaten Kuningan. Para peserta ditantang mengolah beragam bahan pangan lokal menjadi hidangan yang menarik, bergizi, dan memiliki cita rasa yang mampu bersaing dengan makanan modern.
Salah satu ketentuan dalam lomba tersebut adalah tidak menggunakan beras dan tepung terigu sebagai bahan baku utama. Melalui tantangan ini, peserta didorong untuk menggali potensi komoditas lokal, seperti ubi jalar, talas, jagung, dan aneka sayuran, menjadi menu yang lebih variatif.
Bupati Dian mengapresiasi kreativitas para peserta yang mampu menyajikan hidangan dengan tampilan menarik. Menurutnya, cara pengolahan dan penyajian menjadi faktor penting untuk meningkatkan minat masyarakat mengonsumsi makanan sehat, terutama di kalangan anak-anak.
“Pangan lokal kalau memang diolah secara benar dan menarik, saya yakin ini juga bisa menjadi pilihan yang mampu bersaing dengan makanan cepat saji dan junk food,” ungkapnya.
Dian menegaskan, makanan sehat dan bergizi tidak selalu identik dengan harga mahal. Bahan pangan yang tersedia di sekitar masyarakat dapat menjadi sumber makanan berkualitas apabila diolah secara tepat.
Karena itu, ia menilai diversifikasi pangan perlu terus diperkuat. Upaya tersebut tidak cukup hanya dengan mengenalkan beragam bahan pangan alternatif, tetapi juga harus dibarengi perubahan kebiasaan konsumsi masyarakat yang selama ini cenderung bergantung pada nasi dan makanan instan.
Ia mengingatkan agar lomba tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial yang hanya berlangsung saat peringatan Hari Pangan Sedunia.
“Jangan sampai kegiatan ini hanya formalitas, hanya dalam perlombaan saja, tetapi dalam pelaksanaannya ke depan tidak ada lagi. Mudah-mudahan ini menjadi momentum kesadaran kita bahwa pangan lokal, kalau diolah dengan benar dan menarik, bisa menjadi pilihan bagi masyarakat,” tegasnya.
Bupati Dian pun mengajak Tim Penggerak PKK dan para camat untuk menerapkan hasil inovasi menu pangan lokal dalam kehidupan sehari-hari. Penerapannya dapat dimulai dari lingkungan keluarga hingga berbagai kegiatan kedinasan dan kemasyarakatan.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar masyarakat semakin terbiasa mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman, sekaligus membuka peluang pengembangan produk pangan lokal.
Selain menyoroti pentingnya pola konsumsi sehat, Dian juga melihat peluang ekonomi dari pengembangan komoditas pangan lokal Kuningan. Ia menceritakan pengalamannya ketika menghadiri festival pangan di Seoul, Korea Selatan, dan menemukan produk ubi jalar asal Kuningan yang menarik perhatian pengunjung.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa hasil pertanian daerah memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Namun, potensi itu perlu didukung inovasi pengolahan, penyajian, dan pengemasan agar produk lokal memiliki nilai tambah.
Dengan pengembangan yang tepat, pangan lokal tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, tetapi juga berpeluang menjadi sumber pendapatan baru bagi pelaku usaha dan petani di Kabupaten Kuningan.
Sementara itu, Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menjelaskan bahwa peringatan HPS ke-46 di Kabupaten Kuningan diisi dengan dua agenda utama, yakni Lomba Cipta Menu dan Gerakan Pangan Murah (GPM).
“Dalam rangka peringatan Hari Pangan Sedunia yang ke-46, kita laksanakan Lomba Cipta Menu dan Gerakan Pangan Murah. Gerakan Pangan Murah ini juga dilaksanakan secara serentak se-Indonesia,” jelas Wahyu.
Ia mengatakan, Lomba Cipta Menu menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya kader PKK, untuk menunjukkan kreativitas dalam memanfaatkan bahan pangan lokal. Sebanyak 32 tim dari seluruh kecamatan telah menyiapkan hidangan masing-masing untuk ditampilkan dalam perlombaan tersebut.
Wahyu juga mengapresiasi antusiasme peserta yang telah mempersiapkan hidangan sejak dini hari. Menurutnya, keterlibatan kader PKK memiliki peran penting dalam menyampaikan edukasi tentang pemanfaatan pangan lokal, terutama di lingkungan keluarga.
Adapun Gerakan Pangan Murah digelar untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau. Agenda ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga akses masyarakat terhadap bahan pangan.
Melalui pelaksanaan kedua kegiatan tersebut, Pemkab Kuningan berharap edukasi mengenai diversifikasi pangan dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati, S.Sos. atau Bunda El, beserta jajaran Pokja III, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, jajaran pejabat Diskatan, para camat, serta undangan lainnya.
Pemkab Kuningan berharap momentum Hari Pangan Sedunia tahun ini dapat mendorong masyarakat semakin mengenal dan memanfaatkan potensi pangan lokal. Dengan inovasi yang berkelanjutan, bahan pangan hasil pertanian daerah diharapkan tidak hanya menjadi pilihan makanan sehat, tetapi juga mampu meningkatkan nilai ekonomi dan memperkuat ketahanan pangan Kuningan.















