Usai Ketua DPRD, Kini Bupati Kuningan Raih Penghargaan Bergengsi

KUNINGANSATU.COM – Kabupaten Kuningan kembali mendapat apresiasi atas kepemimpinan dan komitmennya dalam pembangunan daerah. Setelah Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy, S.E., meraih penghargaan nasional dalam ajang The Indonesia Leadership Matrix Awards 2026, kini giliran Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., yang menerima penghargaan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Bupati Dian mendapat penghargaan atas komitmennya dalam mendukung pemberdayaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan mendorong pendidikan inklusif. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke-72 UPI di Bandung, Selasa (20/10/2026).

Dian tercatat sebagai satu-satunya bupati di Jawa Barat yang menerima penghargaan tersebut. Apresiasi ini menjadi pengakuan atas upaya Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kapasitas tenaga pendidik, serta membuka kesempatan belajar yang setara bagi seluruh masyarakat.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, juga menorehkan prestasi di tingkat nasional. Ia menerima penghargaan kategori The Best Leader in Legislative Partnership, Regional Development Control, and Public Inclusivity dalam ajang The Indonesia Leadership Matrix Awards 2026 di Platinum Hotel Jimbaran Beach, Bali, Jumat malam (16/10/2026).

Dua penghargaan yang diterima dalam waktu berdekatan tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi Kabupaten Kuningan, terutama dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan, pembangunan daerah, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Penghargaan untuk Bupati Dian ditetapkan melalui Keputusan Rektor UPI Nomor 2118/UN40/HM.00.05/2026 dan Surat Nomor 142/UN40/HM.00.06/2026. Penyerahan dilakukan langsung oleh Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A.

Dalam kesempatan tersebut, Dian didampingi Asisten Daerah I Deniawan, M.Si., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, Dr. Carlan, M.Si., serta Sekretaris Disdikbud, H. Pipin Mansur Aripin, M.Pd.

Bagi Pemerintah Kabupaten Kuningan, penghargaan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan pendidikan.

Dian menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan harus dilakukan melalui kolaborasi, pemerataan kesempatan, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia. Menurutnya, setiap individu, termasuk penyandang disabilitas, harus mendapatkan ruang yang setara untuk berkembang dan berkontribusi.

“Penghargaan ini menjadi spirit bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik di sektor pendidikan. Bersama UPI, kerja sama sudah terjalin lama, terutama dalam peningkatan mutu pendidikan, kapasitas guru, dan pengembangan kurikulum,” ujar Dian.

Ia juga menilai, pendidikan inklusif perlu diwujudkan melalui kebijakan dan praktik nyata, bukan sekadar menjadi slogan. Salah satu bentuknya adalah memberikan kesempatan kepada aparatur penyandang disabilitas untuk menduduki jabatan strategis sesuai dengan kemampuan dan kompetensinya.

“Bagi kami, yang terpenting adalah kemampuan dan kapasitasnya. Mereka mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik. Inilah salah satu bentuk komitmen kami dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif,” tegasnya.

Seiring dengan penghargaan tersebut, Pemkab Kuningan dan UPI tengah menyiapkan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Kerja sama yang dijadwalkan berlangsung pada minggu pertama November 2026 itu akan menjadi landasan pengembangan lima pilar pendidikan melalui gerakan Guru Melesat.

Kepala Disdikbud Kabupaten Kuningan, Dr. Carlan, M.Si., menjelaskan, rencana kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut kunjungan kerja Wakil Rektor UPI Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ke Kabupaten Kuningan beberapa minggu sebelumnya.

“Penandatanganan MoU antara UPI dan Pemerintah Kabupaten Kuningan dijadwalkan berlangsung pada minggu pertama November 2026. Kerja sama ini difokuskan pada lima pilar utama pengembangan pendidikan,” kata Carlan.

Wakil Rektor UPI Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis, Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut diarahkan untuk menghadirkan program Guru Berdampak melalui Lima Pilar Guru Melesat.

Program ini dirancang untuk mendukung visi Kuningan MELESAT, terutama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas akses pendidikan, memeratakan tenaga pendidik, dan memperkuat kebijakan pendidikan berbasis data.

Lima pilar yang disiapkan mencakup sejumlah persoalan mendasar dalam dunia pendidikan, mulai dari anak tidak sekolah, kompetensi guru, distribusi tenaga pendidik, layanan inklusif, hingga evaluasi kebijakan.

Pertama, Sakola Deui. Program ini ditujukan untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah melalui pendidikan kesetaraan berbasis desa. Kegiatannya meliputi pendampingan Paket B dan Paket C, pendataan anak tidak sekolah dari rumah ke rumah, serta pelibatan alumni guru sebagai tutor dan motivator.

Kedua, Akademi Guru Melesat. Pilar ini berfokus pada peningkatan kompetensi tenaga pendidik agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan pembelajaran. Programnya meliputi pelatihan pembelajaran mendalam, penguatan literasi dan numerasi, pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI secara etis, serta pengembangan kepemimpinan kepala sekolah.

Ketiga, Guru untuk Pelosok. Program ini diarahkan untuk membantu pemerataan distribusi guru, terutama di wilayah yang masih kekurangan tenaga pendidik. Upaya yang direncanakan antara lain praktik lapangan mahasiswa, program Alumni Mengajar, beasiswa bagi putra-putri Kuningan yang bersedia kembali mengabdi, serta pendampingan calon guru hingga menempuh Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Keempat, PAUD, Inklusi, dan Ngaji Diri. Pilar ini memperkuat layanan pendidikan bagi anak usia dini, anak berkebutuhan khusus, serta pendidikan keagamaan. Kegiatannya mencakup pelatihan guru PAUD, pendampingan sekolah luar biasa dan sekolah inklusif, hingga penguatan kemampuan pedagogik guru ngaji dan pengajar Diniyah Takmiliyah.

Kelima, Observatorium Pendidikan Kuningan. Pilar ini berfungsi mendukung penyusunan kebijakan pendidikan berbasis data dan kajian. Pelaksanaannya mencakup pemetaan anak tidak sekolah, identifikasi kebutuhan guru di setiap desa, pemantauan program, serta evaluasi dampak pelaksanaan empat pilar lainnya.

Kelima pilar tersebut dirancang saling melengkapi. Selain memperluas kesempatan masyarakat untuk memperoleh pendidikan, program ini diharapkan meningkatkan kualitas guru, memperbaiki pemerataan layanan, dan memastikan kebijakan pemerintah daerah lebih tepat sasaran.

Dian berharap, kerja sama dengan UPI dapat memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan di Kabupaten Kuningan. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam pengembangan kompetensi guru, pembaruan kurikulum, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat atas Dies Natalis ke-72 UPI dan berharap perguruan tinggi tersebut terus berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul.

“Selamat Dies Natalis ke-72 untuk UPI. Semoga UPI semakin melesat dan semakin berdampak. Kami berharap UPI terus melahirkan lulusan-lulusan yang unggul, kreatif, inovatif, serta mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara,” ujarnya.

Melalui penghargaan UPI Awards 2026 dan rencana pengembangan lima pilar Guru Melesat, Pemkab Kuningan berharap sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi semakin kuat.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas kesempatan belajar, meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, serta mewujudkan layanan pendidikan yang inklusif dan merata. Dengan begitu, penghargaan yang diterima tidak berhenti sebagai pencapaian seremonial, tetapi menjadi dorongan untuk menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat Kuningan.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup