Liga Santri hingga Lomba Qur’an, 5 Desa Kompak Rayakan HSN 2026!
KUNINGANSATU.COM, – Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Ikatan Remaja Masjid (IRMAS) dari lima desa di Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, berkolaborasi menggelar serangkaian kegiatan keagamaan, olahraga, dan perlombaan akademik. Mengusung tema “Bersama Santri Makmurkan Negeri”, kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus mendorong generasi muda Islam agar aktif, berprestasi, dan berkontribusi bagi masyarakat.
Kolaborasi tersebut melibatkan IRMAS dari Desa Ciawilor, Karangkamulyan, Cihaur, Mekarjaya, dan Sukaraja. Berbagai kegiatan disiapkan untuk memeriahkan peringatan HSN, mulai dari ziarah makam sesepuh, Liga Santri, hingga perlombaan yang mengasah kemampuan keagamaan dan akademik peserta.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke makam sesepuh di wilayah Ciawigebang pada Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan kepada para pendahulu sekaligus pengingat bagi generasi muda untuk menjaga nilai-nilai keislaman dan tradisi masyarakat.
Selanjutnya, Liga Santri dijadwalkan berlangsung pada Minggu (18/10/2026) di Lapangan Sepak Bola Ciawilor, mulai pukul 07.00 WIB. Kegiatan olahraga tersebut diharapkan menjadi ruang bagi para pemuda untuk mempererat persaudaraan, membangun kekompakan, serta menjunjung tinggi sportivitas.
Rangkaian peringatan HSN akan berlanjut pada Sabtu (24/10/2026) di Desa Sukaraja. Agenda tersebut meliputi apel Hari Santri Nasional dan sejumlah perlombaan akademik, yakni tahfidz Juz 30, cerdas cermat, kaligrafi, serta Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ).
Kegiatan kemudian direncanakan ditutup dengan pembagian hadiah kepada para peserta dan tausiah. Selain menjadi bentuk apresiasi atas kemampuan peserta, penutupan tersebut diharapkan dapat memperkuat keimanan serta memberikan motivasi bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri.
Ketua Pelaksana, Ahmad Fauzi, mengatakan kolaborasi lima desa ini merupakan langkah positif untuk menyatukan potensi remaja masjid sekaligus membangun semangat kepemudaan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Menurutnya, peringatan Hari Santri Nasional tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan persatuan, serta membuka ruang bagi santri dan remaja masjid untuk menunjukkan kemampuan mereka di berbagai bidang.
“Peringatan Hari Santri Nasional ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum bagi kita semua untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan semangat persatuan, serta membuktikan bahwa santri dan remaja masjid memiliki potensi besar untuk berkontribusi bagi masyarakat,” ungkap Ahmad Fauzi.
Ia menambahkan, melalui kolaborasi tersebut, panitia ingin membangun kebersamaan antarremaja masjid tanpa sekat perbedaan desa. Kegiatan yang diselenggarakan juga diharapkan memberikan manfaat nyata dan dapat menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan.
Ahmad Fauzi berharap seluruh rangkaian acara dapat terlaksana dengan lancar serta memperoleh dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat setempat.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari terbangunnya kolaborasi yang lebih kuat antarremaja masjid di lima desa. Bukan hanya sukses dalam pelaksanaan, tetapi juga mampu meninggalkan dampak positif, melahirkan generasi yang berakhlakul karimah, berprestasi, menjunjung tinggi sportivitas, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya,” tambahnya.
Kolaborasi IRMAS dari lima desa ini diharapkan menjadi contoh bahwa kegiatan kepemudaan berbasis masjid dapat dikembangkan melalui kerja sama lintas desa. Perpaduan kegiatan keagamaan, olahraga, dan perlombaan akademik menjadi upaya untuk menyalurkan minat serta bakat generasi muda secara positif.
Melalui rangkaian peringatan HSN 2026, panitia juga mengajak masyarakat, tokoh agama, pemerintah desa, dan para pemuda untuk turut memberikan dukungan demi menyukseskan kegiatan tersebut.
Semangat “Bersama Santri Makmurkan Negeri” menjadi pesan utama yang ingin disampaikan. Santri tidak hanya berperan dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkarya, mengukir prestasi, membangun kepedulian sosial, dan menjaga persatuan bangsa.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, peringatan Hari Santri Nasional di Kecamatan Ciawigebang diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga memperkuat hubungan antargenerasi muda Islam dalam membangun lingkungan yang religius, harmonis, dan berdaya saing.















