3.000 ASN Kuningan Bakal Dipetakan, BKN Dorong Percepatan Manajemen Talenta
KUNINGANSATU.COM,- Pemerintah Kabupaten Kuningan mulai memperkuat penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan memperbarui data kompetensi dan potensi aparatur. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui Profiling ASN yang difasilitasi Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Sebanyak 30 ASN Kuningan mengikuti penilaian kompetensi berbasis digital di Kantor Regional III BKN Bandung, Selasa (6/10/2026). Peserta terdiri dari 18 pejabat JPT Pratama atau Eselon II.b, 9 pejabat Eselon III.a, 1 pejabat Eselon III.b, serta 2 pejabat fungsional jenjang Madya.
Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan U. Kusmana, S.Sos., M.Si., turut memberikan apresiasi atas fasilitasi yang diberikan BKN dalam pelaksanaan profiling tersebut.
Menurut Bupati Dian, pemutakhiran profil kompetensi menjadi bagian penting dalam membangun sistem manajemen talenta ASN yang lebih terarah. Data yang diperoleh dari proses profiling diharapkan dapat menjadi dasar dalam melakukan pemetaan dan pengembangan aparatur sesuai kebutuhan organisasi.
“Profiling ini menjadi bagian penting dalam membangun manajemen talenta ASN yang berbasis data dan pemetaan kompetensi,” ujar Bupati Dian.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada BKN atas dukungan terhadap upaya Pemkab Kuningan memperbarui data kompetensi ASN. Dengan profil yang lebih lengkap, pemerintah daerah dapat memiliki gambaran kemampuan aparatur secara lebih menyeluruh.
Pelaksanaan profiling tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Kepala BKN Nomor 6 Tahun 2026 tentang Profiling Aparatur Sipil Negara. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mempercepat penerapan manajemen talenta instansi pemerintah dalam mendukung Asta Cita serta visi dan misi kepala daerah.
Sekda Kuningan U. Kusmana menjelaskan, Pemkab Kuningan sebelumnya telah melakukan pemetaan terhadap hasil asesmen kompetensi ASN. Dari hasil pemetaan itu, ditemukan sejumlah aparatur yang perlu memperbarui data kompetensinya melalui kegiatan profiling yang difasilitasi BKN.
Peserta yang mengikuti kegiatan kali ini berasal dari pejabat Eselon II dan III serta pejabat fungsional. Sebagian di antaranya merupakan ASN yang masa berlaku hasil asesmennya telah mendekati tiga tahun. Selain itu, terdapat pula pejabat Eselon II yang sebelumnya belum menjalani profiling atau asesmen pada jenjang tersebut.
“Profiling tidak hanya menjadi proses penilaian, tetapi juga bagian dari pemutakhiran data kompetensi ASN untuk menyediakan profil ASN yang komprehensif dan terintegrasi,” kata U. Kusmana.
Ia menambahkan, data hasil profiling nantinya akan mendukung percepatan penerapan Manajemen Talenta ASN melalui Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA) BKN di lingkungan Pemkab Kuningan.
Dengan data kompetensi yang lebih mutakhir, pemerintah daerah diharapkan memiliki basis informasi yang lebih kuat untuk menempatkan, mengembangkan, dan mengelola talenta ASN sesuai kebutuhan organisasi.
Kepala BKPSDM Kabupaten Kuningan Beni Prihayatno, S.Sos., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah konkret daerah dalam menindaklanjuti kebijakan nasional mengenai percepatan penerapan manajemen talenta ASN.
Tidak berhenti pada 30 peserta, Pemkab Kuningan juga telah memperoleh kesempatan untuk mengikutsertakan sekitar 3.000 ASN dalam program Profiling ASN melalui Pro ASN.
Program tersebut dijadwalkan berlangsung pada 18–22 Oktober 2026 di SMKN 3 Kuningan. Pesertanya berasal dari jabatan pelaksana, fungsional, maupun struktural.
Beni menjelaskan, fasilitasi dari Kantor Regional III BKN Bandung membuat peserta tidak perlu menanggung biaya PNBP yang diperkirakan mencapai sekitar Rp590 ribu per orang. Pemkab Kuningan cukup menyiapkan kebutuhan sarana dan prasarana, termasuk gedung serta laboratorium komputer.
“Program ini sangat membantu daerah dalam memperoleh data profil ASN untuk mendukung implementasi manajemen talenta, terlebih dalam kondisi keterbatasan APBD,” ungkap Beni.
Ia menyebutkan, pada awalnya Kuningan hanya mendapatkan kuota 570 peserta. Namun, setelah mendapat dukungan Kepala Kanreg III BKN Bandung Wahyu, S.Kom., M.AP., kuota tersebut bertambah menjadi 3.000 peserta.
Menurut Beni, tambahan kuota tersebut menjadi peluang besar bagi Pemkab Kuningan untuk mempercepat pemutakhiran database kompetensi ASN dalam jumlah lebih besar.
Setiap peserta akan menjalani proses profiling selama kurang lebih 2,5 jam. Hasilnya diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai potensi dan kompetensi masing-masing ASN.
Beni menegaskan, data yang semakin akurat akan memudahkan pemerintah daerah dalam menentukan arah pengembangan aparatur. Pada akhirnya, penguatan manajemen talenta diharapkan mampu meningkatkan kapasitas ASN sekaligus mendukung kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Kuningan.















