Tembus 300 Ribu Pendaftar, Mahasiswi UMK Terpilih Jadi Google Student Ambassador 2026
KUNINGANSATU.COM,- Nama Rahma Ayu Fauziyah atau yang akrab disapa Rayu kembali mencuri perhatian. Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) itu menambah panjang catatan prestasinya pada 2026 setelah terpilih sebagai Google Student Ambassador Batch 2 Tahun 2026.
Prestasi tersebut diraih Rayu setelah melalui proses seleksi yang diikuti lebih dari 300.000 pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia. Ia terpilih untuk mengemban peran yang berkaitan dengan edukasi, teknologi, serta pemanfaatan berbagai inovasi digital di kalangan mahasiswa.
Bagi Rayu, pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang yang sudah ia bangun sejak awal 2026. Sepanjang tahun ini, berbagai kegiatan nasional hingga internasional telah ia ikuti.
Perjalanan itu dimulai pada Januari 2026 ketika Rayu dipercaya menjadi Delegasi KKN Internasional di Malaysia. Setelah itu, sejumlah kesempatan kembali datang, di antaranya sebagai Brand Ambassador International Moslem Youth Orator (IMYO) Conference Malaysia, MySkill Campus Ambassador Batch 2, serta Delegasi Virtual International Youth Conference (IYC 14).
Ketertarikan Rayu terhadap dunia digital dan pendidikan berbasis teknologi juga bukan sesuatu yang baru. Sejak duduk di bangku SMA, ia sudah aktif mengembangkan kemampuan di bidang tersebut.
Sebelum terpilih sebagai Google Student Ambassador, Rayu juga telah mengantongi lisensi sebagai Gemini Certified Educator dan Gemini Certified Student University.
Rangkaian pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Rayu untuk terus memperluas ruang belajar dan berbagi pengalaman dengan mahasiswa lainnya.
Ia berharap prestasi yang diraihnya tidak hanya menjadi catatan pribadi, tetapi juga bisa menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa, khususnya di lingkungan UM Kuningan, untuk berani mengambil kesempatan dan membawa nama kampus ke ruang yang lebih luas.
“Kehadiran Artificial Intelligence (AI) saat ini bukanlah untuk bikin kita serba gampang melakukan banyak hal dan malas untuk berfikir, tapi justru jadi ruang belajar baru yang luar biasa. AI bisa membantu kita meriset, belajar lebih terstruktur, dan menciptakan hal-hal baru yang bermanfaat,” ujar Rayu.
Menurutnya, perkembangan teknologi seharusnya dapat dimanfaatkan mahasiswa sebagai sarana untuk berkembang, bukan justru membuat seseorang bergantung dan kehilangan kemauan untuk belajar.
“Sebagai mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kuningan, saya ingin membuktikan kalau dari mana pun kita berasal, kita punya kesempatan yang sama untuk bersaing dan memberikan dampak positif secara global jika mau beradaptasi dengan teknologi,” katanya.
Melalui peran barunya sebagai Google Student Ambassador Batch 2 Tahun 2026, Rayu berkomitmen untuk terus berbagi pengetahuan, membuka ruang diskusi mengenai pemanfaatan teknologi secara positif, serta mendorong anak muda agar semakin bijak dan produktif di era digital.
Bagi Rayu, menjadi bagian dari ekosistem teknologi bukan sekadar soal mengikuti perkembangan zaman. Lebih dari itu, teknologi dinilai dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berkolaborasi, sekaligus menciptakan karya yang memberi manfaat lebih luas.















