
KuninganSatu.com,- Aktivitas Asphalt Mixing Plant (AMP) atau Instalasi Pengadukan Aspal milik PT. Bagas Alend Kautsar yang beralamat di Jl. Caracas-Cibuntu, Desa Caracas, Kec. Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dikeluhkan masyarakat.
Bukan tanpa sebab, aktivitas AMP tersebut ketika beroperasi menghasilkan banyak sekali asap yang menjadi penyebab pencemaran udara. Selain itu, terkadang ketika padat aktivitas, asapnya itu bisa sampai menghalangi pandangan pengguna jalan yang melintas di sekitar dan tentunya menghasilkan bau tidak sedap yang bersumber dari proses AMP tersebut dan juga kebisingan dari suara mesin AMP.
"Kalau lagi full beroperasi asapnya bisa nutupin jalan, bising dan baunya juga tidak sedap," kata salah seorang warga yang ditemui kuningansatu.com di sekitar lokasi AMP, Minggu (23/03/2025).
Selain menimbulkan polusi, yang tidak kalah mengerikan adalah tidak jauh dari lokasi AMP terdapat Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) sekaligus Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) milik PT. Prama Bina Wisesa yang begitu sensitif terhadap panas apalagi api.
Aktivitas AMP yang tentunya menghasilkan panas yang begitu tinggi bisa saja memicu ledakan di SPBE/SPPBE karena jaraknya yang begitu dekat.
"Sepengetahuan saya sih belum lama pak beroperasinya, cuma akhir-akhir ini memang sedang banyak aktivitas, kita juga khawatir, didepan ka ada tempat ngisi gas, di sebrang api gede kalau lagi bikin aspal, takut nyamber ke gas, nanti meledak," kata warga.
(red)