
Oleh :
Angga Sulistiono
Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam
Universitas Islam Al-Ihya Kuningan
KuninganSatu.com,- Hari Raya Idulfitri telah tiba, menandai akhir dari bulan Ramadan yang penuh dengan latihan jiwa dan introspeksi diri. Namun, perayaan Idulfitri bukan sekedar merayakan usainya puasa, melainkan juga merayakan kemenangan batin yang telah kita capai.
Kemenangan batin ini hadir saat hati kita menjadi lebih lapang, jiwa kita menjadi lebih lembut, dan kita menjadi manusia yang lebih bijak dari kemarin. Idulfitri adalah momen kembali, kembali pada fitrah kita sebagai manusia, kembali pada kesadaran bahwa kemuliaan kita bukan karena tak pernah salah, melainkan karena mau belajar, meminta maaf, dan memperbaiki diri.
Di hari yang suci ini, kita diajak untuk tidak hanya merayakan, tapi juga berbagi. Idulfitri adalah panggilan untuk membuka hati, merajut kembali yang sempat kusut, dan menebarkan kasih kepada sesama. Kita harus menyadari bahwa kebahagiaan kita tidaklah lengkap tanpa kebahagiaan orang lain.
Oleh karena itu, marilah kita jadikan Idulfitri ini sebagai momentum untuk memperkuat ikatan sosial kita, untuk memperkuat rasa empati kita terhadap sesama, dan untuk memperkuat komitmen kita terhadap keadilan dan kesetaraan.
Semoga cahaya Idulfitri ini tak hanya menghiasi rumah kita, tapi juga menerangi sekitar, menguatkan langkah kita menuju masyarakat yang lebih rukun, lebih adil, dan lebih berempati.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.
Taqabballahu minna wa minkum. Mohon Maaf Lahir dan Bathin.
(red)