
KuninganSatu.com, - Penanaman sawit di Kabupaten Kuningan yang sampai saat ini belum memenuhi regulasi yang ada termasuk perizinan menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan masyarakat.
Sekretaris Masyarakat Peduli Kuningan (MPK), Yudi Setiadi merasa perihatin dengan fenomena penanaman sawit yang semakin masif di berbagai wilayah di Kabupaten Kuningan ini. Pasalnya menurut Yudi, sampai saat ini masyarakat belum memahami sisi positif dan negatif dari tanaman sawit itu sendiri, mereka hanya diiming-iming soal keuntungan tanpa ada sosialisasi tentang sawit itu sendiri.
"Saya perihatin dengan fenomena penanaman sawit di Kuningan saat ini, tanpa ada sosialisasi sama sekali khususnya ke masyarakat tapi sudah banyak penanaman," ujar Yudi.
Yudi juga sangat menyayangkan pihak pemerintah yang terkesan mengabaikan hal ini sudah sejak lama. Karena berdasarkan hasil penelusuran di lapangan bahwa penanaman sawit ini sudah sejak beberapa tahun ke belakang.
"Pemerintah sepertinya kecolongan, penanaman sawit ini sudah sejak beberapa tahun ke belakang, tapi diabaikan begitu saja, sekarang sudah ramai baru bergerak," kata Yudi.
Menyikapi permasalahan ini Yudi hanya berharap adanya penyelesaian secara pentahelix yang tentunya melibatkan berbagai elemen seperti Pemerintah, Akademisi, Bisnis, Komunutas, dan Media yang bisa bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama dan mendorong inovasi serta pembangunan berkelanjutan.
"Semua elemen harus turun tangan, sama-sama mengkaji permasalahan sawit ini baiknya seperti apa, yang terpenting jangan sampai merugikan masyarakat," tandas Yudi.
Sekali lagi Yudi mengajak kepada seluruh elemen masyarakat khususnya para aktivis lingkungan agar jangan hanya berdiam diri saja melihat Kuningan seperti saat ini.
"Saya berharap semua elemen khususnya pemerhati lingkungan jangan hanya berdiam diri saja, mari sama-sama menjaga Kuningan untuk anak cucu kita ke depan," pungkasnya.
(red)