
KuninganSatu.com,- Polemik pemanfaatan air dan pengelolaan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai oleh beberapa pihak yang diduga belum mengantongi izin resmi masih menjadi topik hangat di kalangan pemerhati lingkungan di Kabupaten Kuningan.
Masyarakat Peduli Kuningan (MPK) yang fokus menyoroti permasalahan tersebut kembali angkat bicara. Dikatakan Koordintor MPK, Yusup Dandi Asih bahwa pemanfaatan air dan kawasan yang dilakukan oleh beberapa pihak ini nyata namun seolah dibiarkan tanpa ada tindakan tegas baik dari Pemerintah Daerah maupun BTNGC selaku pengelola wilayah yang didalamnya terdapat sumber-sumber air yang kini dimanfaatkan secara ilegal untuk kepentingan segelintir pihak saja.
"Saya heran, permasalahan air ini begitu jelas dan nyata, tapi baik Pemerintah Daerah maupun TNGC seolah menutup mata akan adanya hal tersebut," kata Yusup ketika berbincang bersama kuningansatu.com, Minggu (16/03/2025).
Bagi Yusuf, sikap diam BTNGC terhadap permasalahan ini sangatlah tidak wajar dan mengundang tanda tanya besar.
"Apakah BTNGC sebagai pengelola wilayah tidak tahu tentang permasalahan ini?? Masa sih?? Atau mungkin ada transaksi bawah meja antara pihak-pihak pengusaha yang memanfaatkan air dengan BTNGC??" tanya Yusuf.
Yusuf hanya berharap praduganya ini salah, karena jika praduganya ini benar maka seolah tidak ada lagi pihak yang memikirkan kepentingan masyarakat, karena para pemangku kebijakan dalam permasalahan air ini dianggap tidak ada lagi keberpihakan terhadap masyarakat, melainkan berpihak kepada kepentingan pribadi.
Satu yang harus di ingat, Air itu adalah Sumber Kehidupan dan hak dasar semua manusia.
(red)