
KuninganSatu.com,- Pernyataan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dalam Rapat Evaluasi BUMD Kuningan, di Ruang Rapat Setda Kuningan, Kamis (13/03/2025) yang mengancam akan membubarkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang tidak berkontribusi terhadap daerah menuai tanggapan dari beberapa pihak.
Dalam pernyataanya, Dian mengatakan bahwa ada 4 BUMD milik Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, yakni Bank Kuningan, PAM Kuningan, Perumda Aneka Usaha (AU) dan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang selalu ia pantau kondisi kesehatannya terutama dari segi kinerja keuangan terutama dalam kondisi keuangan daerah yang memperihatinkan di tengah gempuran efisiensi dan gagal bayar.
Menanggapi peryataan tersebut, Nabil Malik Nahdi, salah satu aktivis Kabupaten Kuningan kepada kuningansatu.com, Sabtu (15/03/2025) menyatakan dengan lantang bahwa ia menantang keberanian Bupati Kuningan dan DPRD untuk membubarkan PDAU yang ia anggap ada dalam keadaan sakit sudah sejak lama.
"Saya tantang Bupati dan Dewan untuk secepatnya membubarkan PDAU," kata Nabil.
Ia mengatakan bahwa sebelum Bupati dan Dewan berfikir tentang pembubaran PDAU, ia sudah pernah menyuarakan hal serupa dalam aksi pada tahun 2020-2021. Selain tidak ada mnfaatnya, kata Nabil, PDAU hanya menjadi benalu baki Pemda Kuningan.
"PDAU hanya jadi tempat parkir duit gak jelas, hanya bisa claim kinerja padahal nol besar, mari buka data PDAU sama-sama, saya masih simpan rapih data nya," papar nabil.
"Selain itu tidak ada satupun program yang berjalan dengan baik," imbuhnya.
Nabil berharap kepada Bupati Dian bahwa ancaman pembubaran BUMD sakit yang tidak berkontribusi itu bukan hanya sekedar wacana dan menjadi isapan jempol semata apalagi di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang sangat sulit seperti saat ini.
"Sekali lagu saya tegaskan saya dukung pembubaran secepatnya PDAU, dan saya harap untuk kali ini Bupati Dian tidak hanya Omdo," pungkas Nabil.
(red)