
KuninganSatu.com,- Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama masyarakat terus berupaya mewujudkan provinsi yang makmur dan harmonis sesuai dengan filosofi yang tertanam yakni Gemah Ripah Repeh Rapih Kertaraharja.
Ungkapan ini tentunya mencerminkan sebuah harapan akan kehidupan yang sejahtera, damai, tertata, dan penuh kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya.
Dalam sebuah pertemuan yang digelar bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Senin (24/03/2025), pupuhu masyarakat adat Sunda Wiwitan, Rama Anom Gugum Gumirat Barna Alam, berkesempatan untuk berdiskusi tantang peran budaya dan kearifan lokal dalam pembangunan daerah dan pentingnya peran budaya dalam mencapai tujuan tersebut.
Beliau menyatakan bahwa dengan membangkitkan ekonomi kerakyatan dan menjaga kelestarian situs-situs bersejarah, masyarakat Jawa Barat dapat bersama-sama mencapai kesejahteraan yang merata. Gugum juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap anggaran dana UMKM agar tepat sasaran dan bebas dari korupsi.
Selain itu, Gugum bersama para pemangku adat di Jawa Barat berkomitmen meningkatkan partisipasi politik yang diharapkan dapat memperkuat peran serta masyarakat dalam menentukan arah pembangunan dan penegakan demokrasi di Indonesia.
Upaya kolektif ini mencerminkan semangat gotong royong dan kesadaran akan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya serta meningkatkan kesejahteraan bersama di Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya sebagai pondasi pembangunan yang berkelanjutan ia juga menyatakan bahwa kearifan dalam Adat dan Adab Sunda harus tetap dilestarikan.
"Adat dan adab Sunda bukan sekadar warisan leluhur, tetapi juga cerminan dari cara kita menghormati alam, sesama manusia, dan nilai-nilai kehidupan. Dalam setiap tindakan, orang Sunda diajarkan untuk mengedepankan 'silih asah, silih asih, silih asuh' saling mengajarkan, menyayangi, dan membimbing," ujar Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut Rama Anom mengingatkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya memperkaya identitas daerah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Dengan menjaga tradisi dan kearifan lokal, kita dapat menciptakan harmoni dan kesejahteraan bersama, sesuai dengan semangat Gemah Ripah Repeh Rapih Kertaraharja," kata Rama Anom.
Di akhir, Rama Anom mengharapkan agar kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adat ini diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian budaya serta mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Jawa Barat.
(red)