
KuninganSatu.com,- Rencana pembangunan jalan tol yang akan menghubungkan Kuningan dan Cirebon, yang kemudian akan terkoneksi juga ke Ciamis akan direalisasikan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan, Teddy Sukmajayadi.
Menurutnya, akan terdapat dua segmen dalam pembangunan jalan tol tersebut yakni segmen Cirebon-Kuningan sepanjang 48 kilometer dan segmen Kuningan-Tasikmalaya sepanjang 58 kilometer yang direncanakan akan mulai direalisasikan di tahun 2030- 2034 yang bakal menghubungkan kawasan Pantura Cirebon dengan masyarakat di wilayah Selatan Jawa Barat.
Dalam perencanaannya, kata Teddy, tercantum bahwa Jalan Tol Cirebon-Kuningan akan direalisasikan tahun 2030-2034 sedangkan untuk Kuningan-Tasikmalaya pada tahun 2035-2039.
"Semoga semua ini bisa terwujud sehingga perekomian masyarakat Kuningan akan terangkat," ujar Teddy, Rabu (5/3/2025).
Titik awal pembangunan jalan tol ini adalah kawasan Ciperna, Kabupaten Cirebon. Sepanjang 48 kilometer ruas jalan tersebut, nantinya akan tersambung sampai ke Linggarjati lalu ke Cigadung.
Kendari waktu pelaksanaannya terbilang masih lama, tetapi banyak desakan agar dilakukan percepatan karena kebutuhan mobilitas masyarakat.
Menurut Teddy, rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Cirebon dan Kuningan ini, tidak berubah meski terjadi pergantian Presiden karena mengacu kepada Keputusan Menteri PUPR No 367/KPTS/M/2023 Tentang Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional Tahun 2020-2040.
"Sampai sekarang belum ada perubahan rencana terkait pembangunan jalan tol. Masih mengacu kepada keputusan yang lama," jelas Teddy.
Harapan warga Kabupaten Kuningan untuk memiliki jalan tol di masa depan, ternyata bukan hanya impian semata karena sejalan dengan hal tersebut bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) sudah dan akan membangun 42 ruas jalan pada tahun 2022-2040 yang diantaranya adalah ruas jalan tol Kuningan-Cirebon.
"Kedua segmen ruas jalan yang akan menghubungkan wilayah utara dan selatan Jawa Barat tersebut sudah masuk dalam perencanaan Pemprov Jabar," tandas Teddy.
(red)