• Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

    Ketua LN-PKRI Tanggapi Kasus Korupsi Pertamina

    Sabtu, 01 Maret 2025, Maret 01, 2025 WIB Last Updated 2025-03-01T14:39:50Z


    Kuningan - Permasalahan korupsi ditubuh pertamina menuai kritik keras dari Sultan Sepuh Jaenudin II Arianatareja / Pangeran Kuda Putih Keraton Kasepuhan Kesultanan Cirebon dan Ketua Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia Dewan Adat Nasional.


    "Sangat ironis melihat situasi negara ini, korupsi semakin menjadi dan terlihat  mengakar disemua tubuh BUMN dan pemerintahan, apalagi ini pertamina, bayangkan setiap hari minyak dan gasnya diambil dari tanah wilayah ulayat Kesultanan Cirebon, dari mulai Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu, Cirebon sampai dengan Cilacap," kata Pangeran Kuda Putih ketika berbincang dengan kuningansatu.com, Sabtu (01/03/2025).


    Hasil yang dicapai oleh Pertamina dari beberapa titik pengeboran mencapai triliunan rupiah. Hal tersebut terlihat dari kesejahteraan karyawan yang sangat tinggi. Namun, kata Pangeran Kuda Putih, royalty fee atas tanah ulayat Kesultanan Cirebon yang digunakan oleh Pertamina tidak pernah diberikan. 


    "Mendengar korupsi yang saat ini nilainya sangat ini membuat saya merasa geram. Jika saja nilai tersebut diberikan dan dikelola kepada kami sebagai sebuah konvensasi atas lahan ulayat kami yang dinikmati Pertamina, mungkin saya bisa peruntukan untuk rakyat dan  pembangunan di Cirebon  , Indramayu, Kuningan dan daerah yang lainnya, mungkin masyarakat saya bisa makmur sejahtera," ujar Pangeran Kuda Putih.


    "Sangat ironis sekali negara ini, saya selaku salah satu ahli waris nusantara sangat sedih melihat negeri ini yang semakin lama semakin rusak dan hancur oleh tikus tikus oknum aparatur negara," imbuhnya.


    Melihat keadaan seperti ini, selaku sultan di kesultanan Cirebon merasa sangat menyesal bergabung dengan Indonesia. Selama 79 tahun memimpin dan mengelola lahan Kesultanan, Ia menganggap adanya kegagalan dalam pencapaian tujuan untuk membawa masyarakat menuju kesejahteraan dan kemakmuran.


    "Sekarang ini saya serahkan kepada rakyat mau nya bagaimana, jikalau rakyat kami meminta kesultanan Cirebon memimpin negaranya kembali, saya siap untuk mensejahterakan mereka sesuai apa yang leluhur kami Kanjeng Sunan Gunung Jati dan Pangeran Cakrabuana titipkan yakni untuk mensejahterakan rakyatnya dahulu bukan mensejahterakan segelintir orang saja karena Bangsawan Cirebon bersama Sutan Sahrir menyatakan merdeka dari penjajah lebih awal 15 Agustus 1945 sebelum Soekarno menyatakan merdeka," tegas Pangeran Kuda Putih.


    (red)

    Komentar

    Tampilkan

    • Ketua LN-PKRI Tanggapi Kasus Korupsi Pertamina
    • 0

    Terkini