
![]() |
Foto : Puhun Suprayitna (64) |
KuninganSatu.com, - Kasus perang sarung yang berujung pada meninggalnya Muhammad Hilman Herdiana (14) yang ditemukan tak bernyawa di komplek pemakaman Caringin Kurung Kelurahan Cirendang, Kecamatan Kuningan masih menyisakan misteri tentang penyebab pasti kematian korban, terlebih beradasarkan hasil autopsi menunjukkan bahwa luka-luka yang diderita korban tidak secara langsung menyebabkan hilangnya nyawa.
Beberapa pemberitaan yang menyatakan bahwa korban memiliki penyakit bawaan sejak kecil (epilepsi, red) secara tegas dibantah oleh ayah korban, Puhun Suprayitna (64) ketika ditemui kuningansatu.com, di kediamannya, Rabu (12/03/2025) malam.
"Pihak keluarga pun tidak tahu siapa yang menyatakan bahwa anak saya memiliki penyakit bawaan seperti epilepsi," kata ayah korban.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh kakak korban, Tatang Rusmana (38) yang merasa tidak terima jika adiknya yang kini telah tiada dikatakan memiliki penyakit epilepsi, apalagi jika hal tersebut disangkutpautkan dengan penyebab kematian adiknya.
"Kami sekeluarga sudah ikhlas menerima semua kejadian ini, namun untuk pernyataan di media yang menyatakan bahwa alhamarhum memiliki penyakit epilepsi jelas kami tidak terima, karena almarhum sejak kecil tidak pernah memiliki kelainan apapun, dia sehat," ujar Tatang.
"Kalau memang alhamruhum punya riwayat penyakit tersebut, tentu kami sebagai keluarganya yang lebih tahu dan pasti ada rekam mediknya, jadi tolong diralat siapapun yang mengatakan almarhum punya penyakit bawan apalagi epilepsi," imbuhnya.
Soal proses penyidikan penyebab kematian adiknya tersebut, Tatang mengungkapkan bahwa sampai saat ini pihak keluarga belum menerima hasil autopsi secara resmi dari pihak kepolisian.
"Sampai saat ini keluarga belum menerima hasil autopsi untuk penyebab kematian almarhum, kami pun masih menunggu proses penyidikannya," kata Tatang.
Sementara itu, Sony Harsono (28) yang merupakan kakak ipar dari Almarhum Muhammad Hilman Herdiana mengatakan, bahwa dirinya mewakili pihak keluarga meminta agar proses penyidikan kasus kematian adik iparnya ini segera selesai sehingga dapat diketahui penyebab kematian adiknya tersebut.
"Meskipun keluarga telah ikhlas, namun hak kami juga untuk mengetahui penyebab kematian almarhum," kata Sony.
Sony juga mengatakan jika nanti dari hasil penyidikan baik bukti maupun saksi termasuk hasil autopsi ditemukan adanya unsur kekerasan yang menjadi penyebab kematian adik iparnya tersebut, Sony meminta kepada Pihak Kepolisian agar memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.
"Saya berharap dengan adanya penyidikan ini, termasuk setelah dilakukan autopsi penyebab kematian adik saya ini menjadi jelas dan terang benderang. Kalaupun memang ada unsur kekerasan, kami minta pelakunya diproses sesuai aturan hukum yang berlaku," tandas Sony.
(red)