
Mau di kantor, di keluarga, atau di tongkrongan, semua ada politiknya. Yang jago main, naik panggung. Yang polos, jadi penonton.
1. Dunia Kerja = Parlemen Mini
Kerja bagus aja nggak cukup, harus pintar “lobi-lobi.”
Yang dekat bos dapat promosi, yang rajin kerja dapat tambahan tugas.
2. Pertemanan = Aliansi Strategis
Ada yang temenan karena benar-benar cocok.
Ada yang temenan karena “punya kepentingan.”
Ada yang diem-diem nyari kesempatan dalam kesempitan.
3. Keluarga = Dinasti Politik
Anak pertama sering dijadikan “menteri senior.”
Anak bungsu seringnya dapat hak istimewa.
Keputusan besar? Biasanya dipegang oleh “ketua dewan” alias orang tua.
4. Cinta Pun Ada Politiknya
"Pilih pasangan karena cinta atau masa depan?"
"Siapa yang dominan, siapa yang harus kompromi?"
"Kenapa yang selingkuh seringnya yang lebih pede?"
Kalau Hidup Itu Politik, Berarti Kita Semua Pemain... atau Korban?
Masalahnya, nggak semua orang sadar lagi main politik. Ada yang tahu aturannya, ada yang cuma jadi bidak tanpa sadar, ada yang dibohongi tapi tetap setia. Nah, kalau hidup ini permainan politik, ada beberapa tipe pemain:
Sang Penguasa
Selalu di atas, bikin aturan, dan memastikan dirinya tetap berkuasa.
Bisa bos di kantor, ketua geng, atau si paling berpengaruh di tongkrongan.
Kadang karismatik, kadang cuma menang modal manipulasi.
Si Juru Bicara
Mulutnya lebih tajam dari pedang.
Nggak perlu punya kekuatan, cukup jago ngomong biar bisa nge-lobi sana-sini.
Kadang dipercaya, kadang cuma pencitraan.
The Mastermind
Jarang kelihatan, tapi punya kendali di belakang layar.
Bukan raja, tapi bisa menjatuhkan raja.
Biasanya yang paling berbahaya, karena mainnya halus.
Kaum Loyalis
Setia sampai mati, meskipun sering dikecewakan.
Percaya 100% sama pemimpinnya, bahkan kalau udah jelas dimanfaatkan.
Selalu berharap keadaan berubah, tapi nggak sadar mereka yang harus berubah dulu.
Pion yang Dikorbankan
Orang-orang yang nggak sadar mereka cuma alat.
Kerja paling capek, dapat hasil paling kecil.
Kalau ada masalah, mereka yang pertama disalahkan.
Si Netral yang Sok Nggak Peduli
Bilangnya “gue nggak mau ikut campur,” tapi tetap kena dampaknya.
Menghindari konflik, tapi ujung-ujungnya tetap jadi korban kebijakan.
Hidupnya damai, sampai akhirnya sadar dunia nggak sebaik yang dia kira.
Jadi, kalau hidup ini politik, pertanyaannya: kita mau jadi pemain, atau cuma jadi bidak yang dimanfaatkan?
Intinya, dunia ini bukan cuma soal baik dan buruk, tapi soal siapa yang punya strategi lebih licin. Yang nggak ngerti cara main? Ya siap-siap jadi pion yang dikorbankan.
(red)