
Hidup ini penuh ironi. Kita diajarin jujur, tapi yang sukses seringkali yang paling pintar bersilat kata. Kita disuruh kerja keras, tapi yang tajir melintir seringnya warisan. Pendidikan mahal, tapi lulusan terbaik tetap harus "siap menerima gaji sesuai UMR".
Kita dipaksa jadi "dewasa", padahal dunia ini dikelola orang-orang yang keputusannya lebih absurd dari kelakuan bocil FF. Politik katanya buat rakyat, tapi isinya bagi-bagi kursi. Teknologi makin canggih, tapi makin banyak orang sibuk debat di internet soal siapa yang paling benar.
Dunia yang Serius tapi Absurd
Kerja Keras vs. Warisan
"Usaha nggak akan mengkhianati hasil," katanya. Tapi yang punya villa di Bali sejak lahir biasanya nggak perlu usaha juga.
Pendidikan Mahal, Gaji Murah
Bayar kuliah ratusan juta, tapi pas lulus lowongan isinya "fresh graduate dengan pengalaman 5 tahun".
Politik Buat Rakyat (?)
Janjinya "akan memperjuangkan rakyat kecil", tapi pas terpilih malah memperjuangkan rekeningnya sendiri.
Teknologi Makin Canggih, Otak Makin Mundur
Semua info ada di internet, tapi masih ada yang percaya bumi datar dan air garam bisa bikin HP nyala.
Media Sosial: Tempat Semua Orang Jadi Pakar
Belum baca artikel, tapi sudah komentar panjang lebar seolah-olah dia yang nulis jurnalnya.
Hidup itu komedi kalau kita lihat dari jauh, tapi tragedi kalau kita yang kena. Jadi, ketawa aja sebelum sadar betapa absurdnya semuanya!
Pada akhirnya, hidup ini nggak selalu masuk akal. Tapi, kalau kita nggak bisa ketawa melihat kebodohan dunia, kita malah jadi korban berikutnya. Jadi, selamat menikmati dagelan kehidupan, tiketnya gratis, tapi harga warasnya mahal.
(roy)