• Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

    Dituding Arogan, Anggota DPRD Kuningan Angkat Bicara

    Minggu, 16 Maret 2025, Maret 16, 2025 WIB Last Updated 2025-03-16T10:10:43Z

    KuninganSatu.com,- Tudingan arogan terhadap salah satu Anggota DPRD Kuningan atas kasus dugaan intimidasi dan pengancaman terhadap SA (53) warga Desa Ciniru menggunakan jasa preman dibantah oleh Anggota DPRD Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H. Hariri, Minggu (16/03/2025).

    Kepada kuningansatu.com, H. Hariri mengatakan bahwa kejadian tersebut diluar kendali dirinya. Menurutnya permasalahan ini diawali dari transaksi jual beli kendaraan yang pada akhirnya dibatalkan olehnya, dan pihak RV (24) sebagai pemilik kendaraan berjanji akan mengembalikan uang senilai 5,2 juta rupiah pada tanggal 8 maret lalu.

    "Ada kwitansinya, dia janji mau balikin tanggal 8 maret lalu, tapi meleset," kata Hariri ketika ditemui kuningansatu.com.

    Soal preman yang diduga mengintimidasi SA, kata Hariri, itu diluar kendalinya karena menurutnya ia hanya mengajak AL dan AS dua orang yang diduga preman hanya untuk menemaninya menanyakan perihal janji dari RV yang sudah lewat jatuh tempo.

    "Saya cuma mengajak AL dan AS untuk menemani, karena posisi jalan ke ciniru itu kalau malam kan gelap takut ada apa-apa," tuturnya.

    Masalah pengancaman yang dilakukan AL pun Hariri tidak bisa memastikan karena menurutnya ia tidak mendengar ancaman yang dimaksud SA tersebut.

    "Saya pribadi sih tidak mendengar soal pengancaman akan ditembak itu, hanya saja memang malam itu obrolan dengan SA menggunakan tensi yang tinggi," paparnya.

    Lebih lanjut Hariri mengatakan bahwa soal pengakuan kepemilikan senjata api yang diakui AL dia sendiri tidak mengetahuinya, tapi menurutnya secara tidak mungkin orang biasa seperti AL memiliki senjata api yang untuk izinya saja biayanya saja sangat mahal.

    "Soal senjata api saya tidak tahu, logikanya sepertinya tidak mungkin, kalaupun benar itu di luar pengetahuan saya," kata Hariri.

    Hariri juga mengungkapkan bahwa ia akan mengikuti proses yang ada, seandainya memang yang bersangkutan mau melaporkan hal ini ke pihak berwajib pun silahkan, karena memang ia tidak tahu apa-apa soal ancaman tersebut, apalagi soal ancaman akan menembak.

    "Silahkan saja kalau mau laporan sih, yang pasti saya akan mengikuti prosesnya sesuai aturan yang ada, yang jelas soal ancaman dan senjata api saya tidak tahu," pungkasnya.


    (red)


    Komentar

    Tampilkan

    • Dituding Arogan, Anggota DPRD Kuningan Angkat Bicara
    • 0

    Terkini