
Kuningan - Paylater atau Bayar nanti sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat, khususnya di era digital seperti saat ini. Banyak platform digital yang menawarkan kemudahan untuk mendapatkan berbagai fasilitas mulai dai barang, hingga keuangan dengan sistem paylater.
Belakangan ini, muncul trend baru paylater, dimana trend tersebut kini masuk dalam dunia travel umroh. Umroh paylater atau sistem "Umroh Dulu, Bayar Belakangan.
Trend ini cukup menarik perhatian karena sekilas Umroh Paylater ini solah memberikan kemudahan bagi calon jamaah yang ingin berangkat umroh tanpa harus mengeluarkan biaya besar di awal.
Bagi mereka yang tidak berpikir panjang, mereka lupa bahwa umroh skema ini hanya akan memberatkan saja karena akan menambah hutang. Jadi mereka yang berangkat umroh bukan karena mampu tapi karena berhutang.
Andika Ramadhan, salah seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kuningan yang kini tergabung dalam sebuah komunitas mahasiswa bernama New Padjadjaran Institute sebagai salah satu elemen pemerhati kebijakan di Kabupaten Kuningan angkat bicara menanggapi adanya trend yang dirasa cukup menarik perhatian.
"Ini adalah tanggapan kami New Padjadjaran Institute atas apa yang terjadi ditengah-tengah masyarakat saat ini. Terlebih di Kabupaten Kuningan sendiri kini sudah mulai muncul promosi travel umroh dengan sistem paylater tersebut," ujar Andika ketika berbincang dengan kuningansatu.com, Sabtu (22/02/2025).
"Sebagai salah seorang yang peduli dengan kebijakan dari berbagai unsur, saya merasa perlu mengkritisi tren ini. Apakah umroh paylater benar-benar sesuai dengan semangat ibadah, atau hanya sebagai gaya hidup masyarakat masa kini yang terlalu memaksakan kehendak dan berujung dengan hutang," imbuhnya.
Dika mengatakan bahwa Umroh, seperti halnya Haji, adalah ibadah yang disyariatkan bagi mereka yang mampu. Dalam Islam, kemampuan finansial menjadi salah satu syarat penting sebelum seseorang memutuskan untuk menunaikan ibadah ini.
Dikutip dari beberapa sumber, ibadah Haji dan Umroh ini merupakan ibadah memiliki keistimewaan yakni bisa menghilangkan kefakiran dan dosa. Sebagaimana disampaikan dalam hadist berikut ini.
"Dari Abdullah bin Mas’ud RA, Rasulullah bersabda, Ikutkanlah antara ibadah Haji dan Ibadah umroh, karena keduanya menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana api pandai besi menghilangkan karat besi dan menghilangkan kotoran emas dan perak"
Hadist ini sering menjadi senjata bagi travel umroh dalam menawarkan program umroh yang mereka miliki.
"Bagi saya, ini boleh saja asalkan orang yang mendapatkan hadist ini adalah orang yang memiliki kecakapan baik secara materi dan hal lainnya. Namun beda cerita jika yang mendapatkan hadist ini adalah mereka yang tidak memiliki kecakapan secara finansial dan hal lainnya.
Kemampuan yang dimaksud di sini bukan hanya bisa membayar biaya umroh saja, tetapi juga memastikan bahwa kita tidak mengabaikan kewajiban finansial lainnya, seperti hutang atau kebutuhan keluarga. Jika seseorang belum mampu, lebih baik menunda umroh dan fokus menyelesaikan kewajiban terlebih dahulu.
"Bukan soal menunda-nunda kebaikan untuk ibadah umroh, tapi fokus menyelesaikan kewajiban itu lebih baik. Coba dipikirkan dan direnungkan," kata Andika.
"Bagaimana mungkin bisa mencukupi kebutuhan keluarga dengan baik, sedangkan berangkat umroh saja masih berhutang. Jika masih berhutang, ini menjadi indikasi bahwa orang tersebut belum mampu," imbuhnya.
Program umroh paylater sebenarnya mirip dengan sistem kredit atau cicilan untuk berangkat umroh. Jamaah bisa berangkat umroh tanpa membayar penuh di awal, tetapi harus melunasi biayanya dalam jangka waktu tertentu setelah pulang.
Meski program ini terlihat menggiurkan, ada beberapa masalah yang perlu diperhatikan :
Berhutang untuk ibadah, termasuk umroh, bisa menjadi beban finansial yang berat karena jumlahnya bisa jutaan rupiah. Apalagi jika jamaah tidak memiliki penghasilan tetap atau kemampuan finansial yang memadai. Hutang bisa membuat seseorang stres dan justru mengurangi kekhusyukan ibadah.
Ibadah umroh ini termasuk ibadah sunnah, jika masih belum mampu, tidak punya cukup uang maka sebaiknya kita tidak perlu memaksakan diri. Alternatifnya bisa melakukan ibadah sunnah yang lainnya yang tidak memberatkan seperti berinfak, sedekah ataupun berwakaf yang nominalnya tidak sebesar biaya umroh.
Jika biaya umroh paylater membuat seseorang mengabaikan kewajiban lain, seperti membayar hutang atau memenuhi kebutuhan keluarga, ini bisa bertentangan dengan prinsip syariat. Bagi seorang kepala keluarga wajib hukumnya memberikan nafkah, jangan malah fokus pada ibadah umroh dan mengabaikan nafkah kepada keluarga.
Travel umroh seharusnya tidak hanya fokus pada target penjualan, tetapi juga memastikan bahwa calon jamaah benar-benar siap secara finansial dan spiritual. Program umroh dengan hutang ini terkesan seperti jualan produk komersial layaknya rumah KPR yang bisa dicicil. Sebaiknya sebagai perusahaan travel umroh baiknya perlu banyak lagi belajar mengenai hukum dalam bermuamalah dan fikih.
Sebagai penyelenggara ibadah umroh, travel umroh memiliki tanggung jawab besar. Mereka harus memastikan bahwa program yang ditawarkan tidak hanya menguntungkan secara bisnis, tetapi juga sesuai dengan prinsip syariat.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh travel umroh :
Jelaskan secara transparan tentang sistem paylater, termasuk risiko dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh jamaah.
Pastikan calon jamaah benar-benar mampu secara finansial sebelum menawarkan program paylater.
Travel umroh juga harus memberikan edukasi tentang makna ibadah umroh, bukan hanya fokus pada promosi paket.
Apa yang Harus Dilakukan Calon Jamaah :
Bagi calon jamaah, penting untuk mempertimbangkan beberapa hal sebelum memutuskan berangkat umroh, terutama dengan sistem paylater ini :
Pastikan bahwa biaya umroh tidak memberatkan keuangan keluarga atau membuat Anda mengabaikan kewajiban lain.
Jika memungkinkan, hindari berhutang untuk ibadah. Lebih baik menabung terlebih dahulu hingga biaya umroh benar-benar terkumpul.
"Ingatlah bahwa umroh adalah ibadah, bukan sekadar perjalanan wisata. Pastikan niat Anda tulus untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan karena ingin mengikuti tren atau gengsi," kata Andika.
Umroh adalah ibadah yang mulia, tetapi harus dilakukan dengan cara yang benar dan sesuai dengan prinsip syariat. Program umroh paylater mungkin terlihat menarik, tetapi kita harus bijak dalam mempertimbangkan resikonya. Jangan sampai ibadah yang seharusnya mendatangkan pahala justru menjadi beban karena hutang yang menumpuk.
Bagi travel umroh, mari kita sama-sama menjaga integritas ibadah ini. Jangan hanya mengejar keuntungan, tetapi pastikan bahwa setiap program yang ditawarkan benar-benar bermanfaat bagi jamaah dan sesuai dengan syariat.
Akan lebih baik bagi travel umroh membuka program "Tabungan Umroh", jadi setiap jamaah menabung uangnya di travel umroh sampai uangnya terkumpul baru kemudian berangkat umroh. Bisa juga menabung untuk umroh di bank syariah terdekat.
"Semoga semua ini bisa menjadi bahan renungan bagi kita semua untuk menjadikan ibadah umroh sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah, buka untuk gaya-gayaan dengan hutang. Semoga kita semua dimampukan untuk berangkat umroh," pungkas Andika.
(red)