
Kuningan - Upaya Pesik Fans untuk menggelar audiensi di Stadion Mashud Kuningan pada Selasa (11/2/2025) sore akhirnya gagal karena ketidakhadiran dari pihak manajemen Pesik pada saat itu.
Menurut Pihak Pesik Fans sendiri yang diwakili oleh Fikri mengatakan bahwa tujuan mereka menggelar aksi tersebut guna meminta kejelasan manajemen Pesik Kuningan terkait pernyataan salah seorang manajemen Pesik di media yang seolah menggiring opini di masyarakat.
"Menanggapi pernyataan dari salah seorang manajemen Pesik di media yang dirasa kurang baik dan menggiring opini bahwa seolah-olah bahwa suporter adalah biang masalah," kata Fikri.
Dihubungi melalui sambungan selulernya, Niki selaku Humas Pesik Kuningan mengatakan bahwa dirinya mewakili manajemen tidak mencari permusuhan dengan siapapun termasuk suporter. Kondisi ini dijelaskan agar para suporter berfikir bahwa apapun yang dilakukan suporter tetap manajemen yang bertanggung jawab.
"Pernyataan saya di media itu bukan untuk menggiring opini atau mencari permusuhan, tapi agar suporter tahu bahwa apapun yang dilakukan suporter itu tetap manajemen yang akan bertanggung jawab," kata Niki kepada kuningansatu.com, 13/2/2025.
Lebih lanjut Niki mengatakan bahwa, kejadian-kejadian yang diungkapnya diharapkan menjadi contoh agar jangan sampai terulang di Liga 4 Nasional yang sedang dipersiapkan.
"Manajemen itu sedang mempersiapkan Liga 4 Nasional untuk bulan april. Daripada uangnya dipakai bayar denda, lebih baik dipakai untuk merawat lapang, biaya pemain, bonus, vitamin, atau perlengkapan pertandingan," ujar Niki.
Perihal denda yang disampaikan oleh Niki, dirinya mengungkapkan bahwa semua itu ada buktinya, namun tidak untuk jadi konsumsi publik.
"Semua juga ada buktinya, bukti dari aspro terkait denda flare, denda waktu di Depok, tapi kan tidak harus jadi konsumsi publik juga," ungkap Niki.
Perihal keterlambatan honor Niki mengungkapkan bahwa semua itu sudah diselesaikan. Niki pun menjelaskan bahwa hal tersebur terjadi karena banyaknya sistem yang berubah, mulai dari perubahan kepengurusan di Pesik itu sendiri, RAB yang diaudit kembali, dan masih banyak hal lain.
"Manajemen itu sudah diatur ada urusan honor ada urusan sanksi. Karena ada denda, ya konsentrasi Jakarta akhirnya ke denda dulu, lagipula denda itu tidak ada di RAB tapi adanya di deposit jadi tidak ada kaitanya sama sekali antara denda dan keterlambatan honor," terang Niki.
Niki sangat menyayangkan akan sikap suporter yang dinilai terlalu jauh masuk ke ranah manajemen, padahal manajemen sendiri tidak menggunakan uang apapun.
"Manajemen itu tidak menggunakan uang apapun, uang pemerintah tidak, koperasi tidak, hibah tidak, pure dari dana pusat vendor atau investor," kembali Niki menjelaskan.
Soal tudingan bahwa manajemen tidak merespon untuk duduk bersama membahas permasalahn yang terjadi, Niki menjelaskan bahwa sebelumnya sudah duduk bersama, apa yang menjadi pertanyaan pun dijawab sesuai yang terjadi.
"Permasalahan ini jangan dipelintir seolah manajemen, manajemen dan manajemen. Kami diam karena memang sedang persiapan liga. Tapi saat mereka minta audiensi kita datang. Kalau soal Febri kenapa tidak datang karena lagi ke Jakarta ketenu investor untuk persiapan liga," kata Niki.
Niki memahami bahwa Pesik juga tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan suporter dan masyarakat. Secara personal maupun lembaga Niki mengatakan tidak akan lari atau sembunyi dari tangging jawab karena semua perjuangan ini semata-mata untuk Pesik dan Kuningan. Jangan sampai masalah ini berlarut-larut dan membuyarkan konsentrasi Pesik itu sendiri dalam menghadapi Liga mendatang.
"Atas personal sebagai seorang lelaki maupun atas nama manajemen kalau memang saya ada salah saya minta maaf, tapi bukan berarti saya minta maaf itu karena saya ada salah juga. Tapi karena memang yang kita lakukan ini untuk kemajuan pesik juga supaya kita guyub untuk kemajuan kuningan atas nama Kuningan, karena itu semua adalah kesenangan kita bersama," pungkas Niki.
(roy)