
"Kami sudah bersurat sejak beberapa waktu yang lalu perihal audiensi ini, beberapa kali sempat diundur waktu tapi kami tetap menerima, hingga pada akhirnya hari ini kami diterima untuk audiensi, namun sayangnya hingga pukul 10.01 WIB tidak satupun anggota DPRD yang menemui kami. Kalau memang tidak bisa bangun pagi, jangan menjanjikan jam 10.00 jam 14.00 sekalian," kata Yusuf dengan nada kesal.
Menurut Yusuf, tujuan dari audiensi ini sendiri adalah untuk membahas problematika toko modern yang ada di Kuningan yang selalu menjadi gesekan antara warga dengan berbagai pihak. Terlebih adanya ketimpangan data kuota toko modern.
"Kami ingin mengklarifikasi perihal data kuota toko modern yang ada di JDIH yang berjumlah 28 sedangkan ada data satu lagi dengan kuota 37, entah mana yang benar, tapi yang jelas yang bisa diakses oleh semua orang adalah yang di JDIH" tandas Yusuf di halaman Gedung DPRD Kabupaten Kuningan sesaat setelah walkout.
Akibat ketidakhadiran para wakil rakyat ini membuat amarah para peserta audiensi sehingga menurut Yusuf permasalahan ini akan langsung ditindaklanjuti dengan membuat Dumas ke Pihak Polres Kuningan dan Kejaksaan Negeri Kuningan.
"Kita akan langsung ke Polres untuk membuat Dumas," tukas Yusuf.
(roy)