• Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

    Perkara Status DTKS Meninggal Dunia dan Labu Infus Kosong, Nurcholis Kunjungi Keluarga Adinda

    Sabtu, 22 Februari 2025, Februari 22, 2025 WIB Last Updated 2025-02-22T09:49:44Z

     


    Kuningan - Kisah pilu Adinda Claudia Putri (21) warga Kelurahan Purwawinangun yang pada, Kamis, (20/02/2025) sempat tidak diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan di salah satu Rumah Sakit Swasta di Kabupaten Kuningan belum bisa membereskan administrasi keuangan.

    Diberitakan sebelumnya, Adinda Claudia Putri yang terdata sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBl) Kartu Indonesia Sehat (KIS) BPJS Kesehatan terpaksa tidak dapat menggunakan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah tersebut akibat status dari KIS yang ia miliki ternyata nonaktif.

    Hal yang sangat membingungkan, nonaktifnya KIS milik Adinda ini diketahui akibat status Adinda pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dinyatakan telah meninggal dunia, padahal kenyataanya Adinda masih hidup.

    Akibat nonaktifnya KIS miliknya itu, Adinda yang usai melakukan perawatan terpaksa harus tertahan untuk pulang meski kondisinya sudah membaik.

    Hal yang juga memperihatinkan dari kejadian ini adalah, ketika Adinda dinyatakan telah dalam kondisi sehat dan diperbolehkan untuk pulang namun belum bisa melunasi biaya perawatan, ia harus menunggu selama 1 x 24 jam dalam posisi infus yang masih terpasang meski cairannya sudah habis hingga mengakibatkan bengkak pada lengannya, yang pada akhirnya karena sudah merasa tidak tahan, Adinda mencabut jarum infusnya sendiri.

    Ketika kuningansatu.com mencoba mengkonfirmasi perihal Standar Operasional Prosedur (SOP) kepada pihak rumah sakit, tidak memberikan jawaban yang pasti tentang hal tersebut.


    Meski pada akhirnya Adinda bisa pulang pada Jum'at sore (21/02/2025) usai mendapatkan pinjaman uang untuk membayar biaya rumah sakit dari kas RT tempatnya tinggal saat ini sebesar 2 juta rupiah, serta bantuan dari BazNas Kuningan sebesar 500 ribu rupiah, namun masih terdapat tunggakan kekurangan biaya perawatan yang harus ia bayarkan seminggu ke depan sesuai dengan perjanjian yang dibuat dengan pihak Rumah Sakit Tersebut.

    Anggota Komisi IV DPRD Kuningan, Nurcholis Mauludin Syah Bersama Ibunda dari Adinda Claudia Putri dan Ketua RT Setempat

    Anggota DPRD Kabupaten Kuningan, Nurcholis Mauludin Syah yang datang mengunjungi kediaman Adinda dan orang tuanya, Sabtu (22/02/2025) sore, mengaku sangat miris dengan kejadian tersebut. Menurutnya hal seperti ini tidak seharusnya terjadi terlebih kepada masyarakat yang tergolong tidak mampu.

    Untuk itu Nurcholis berpesan khususnya kepada Bupati dan Wakil Bupati Kuningan yang baru dilantik agar bisa melakukan pengecekan dan perapihan kembali data penerima KIS. Jangan sampai masyarakat yang tidak mampu saat mengalami hal seperti ini malah menjadi kesulitan.

    "Pa Dian, Bu Tuti, ini PR yang harus juga diperhatikan. Tolong untuk diperhatikan dan dirapihkan kembali perihal DTKS ini, jangan sampai yang layak menerima malah kesulitan seperti ini, itu hak mereka," ujar Anggota Dewan Fraksi Gerindra ini.

    Ketika disinggung perihal SOP rumah sakit yang tidak mecabut perangkat infus sebelum melakukan pembayaran biaya perawatan, Nurcholis mengaku hal tersebut menjadi catatan dirinya yang sekarang berada di Komisi IV yang menangani bidang Kesejahteraan Sosial.

    "Kita akan bawa hal ini ke rapat Komisi IV untuk ditindaklanjuti," kata Nurcholis.

    Di akhir pembicaraan, Nurcholis juga mengapresiasi kepedulian RT setempat yang sigap ketika ada masyarakat yang membutuhkan bantuan.



    (red)

    Komentar

    Tampilkan

    • Perkara Status DTKS Meninggal Dunia dan Labu Infus Kosong, Nurcholis Kunjungi Keluarga Adinda
    • 0

    Terkini