
Kuningan - Belum lama ini, akses jalan di Desa Kananga, Kecamatan Cimahi, mengalami kerusakan akibat longsor yang terjadi pada Selasa (18/02/2025). Bencana ini tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga menyulitkan para penyuluh agama dalam melaksanakan tugas bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) ke berbagai wilayah.
Penyuluh Agama Islam sendiri memiliki peran penting dalam membangun dan membina masyarakat agar lebih berkualitas, harmonis, dan toleran. Namun, tugas tersebut tidak selalu mudah, terutama ketika harus menghadapi tantangan di lapangan. Seperti yang dialami oleh para Penyuluh Agama Islam Kecamatan Cimahi, Kabupaten Kuningan, yang kini harus menghadapi dampak bencana alam dalam menjalankan tugasnya.
“Kami dalam melaksanakan Bimluh sekarang merasakan ada kekhawatiran dalam melaksanakan tugas, karena ditakutkan adanya longsor susulan. Sebelumnya, akses jalan yang menghubungkan Desa Kananga - Cikeusal tergerus longsor beberapa waktu lalu dan sekarang sedang dalam perbaikan. Tetapi karena sekarang musim penghujan, akses jalan pun dipenuhi lumpur sehingga menyulitkan kita dalam melintas kawasan longsor tersebut,” ungkap Kyai Harun, salah satu Penyuluh Agama Islam Cimahi.
Demi keamanan, para penyuluh agama kini harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh agar tetap bisa menjalankan tugas mereka. “Sekarang akses untuk tembus ke daerah Cikeusal dan Mulyajaya harus berputar ke daerah Cidahu terlebih dahulu, karena kita mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Meskipun akses lebih jauh, kita tetap lalui karena ini menjadi bagian dari tugas kita sebagai penyuluh agama,” tambah Kyai Harun.
Hal serupa disampaikan oleh Ipik Sripamungkas, penyuluh agama lainnya. Ia mengungkapkan bahwa dalam beberapa kesempatan, mereka terpaksa harus melewati jalur yang berlumpur untuk mengejar waktu. Selain itu, rasa khawatir akan keselamatan dalam berkendara juga menjadi tantangan tersendiri, mengingat kondisi jalan yang terjal dan rawan longsor.
“Kami tetap semangat dalam bertugas, karena ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita dalam membangun dan membina masyarakat. Kami berharap kondisi jalan segera diperbaiki agar tugas penyuluhan agama bisa berjalan lebih lancar,” ujar Ipik Sripamungkas.
Meskipun menghadapi tantangan medan yang berat, para penyuluh agama tetap berkomitmen untuk menjalankan tugasnya demi membangun masyarakat yang religius dan harmonis. Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera menuntaskan perbaikan jalan agar mobilitas masyarakat dan penyuluh agama tidak lagi terhambat.
(red/Ipik)