
Pada kesempatan itu Asep menyampaikan harapan agar literasi di Kuningan berkembang. Namun ia menyayangkan bahwa menulis dilingkungan birokrasi menjadi sesuatu yang aneh.
"Untungnya di Kuningan ada FLP yang sampai saat ini konsisten menyumbangkan gagasan melalui menulis yang salah satunya adalah dengan program menulis wisata daerah," kata Asep.
Menurut Asep, sebuah gagasan jika disampaikan lewat tulisan akan terus bisa dikaji kapanpun. FLP menulis pariwisata Kuningan dimaksudkan agar menjadi bahan masukan bagi pemerintah daerah untuk kemajuan Kuningan, khususnya di bidang pariwisata.
“Kalau hanya teriak bisa ditelan angin, tapi kalau menulis tidak akan hilang dan tetap abadi. Walaupun sekarang digital menyerbu, tapi kami yakin buku akan tetap bertahan, maka kami akan mencoba terus menulis,” ujar Asep.
Ketua FLP Kuningan, Neng Kurnia mengaku senang dengan kehadiran Duta Baca Indonesia di Kuningan. Ia berharap dengan adanya diskusi ini bisa menambah semangat anggota FLP untuk terus berkarya melalui tulisan. FLP akan selalu menyambut gembira kedatangan Gol A Gong di Kuningan.
Pada kesempatan itu Gol A Gong menyampaikan pentingnya berkarya melalui tulisan. Menurutnya memiliki karya tulis bisa memudahkan hidupnya. Sebab itu adalah perintah Tuhan. Ia menyambut baik program yang dilaksanakan oleh FLP Kuningan. Ia mengingatkan bahwa FLP adalah komunitas menulis yang identik dengan Islam.
“Dalam Islam perintah pertama Allah adalah membaca. Di surat Al Alaq itu perintah membaca tentu dibarengi dengan menulis. Di surat itu tidak disebutkan perintah salat, puasa atau zakat. Tapi itu dimaksudkan ketika kita membaca maka salat kita akan baik, puasa kita baik, zakat kita dari harta yang baik,” jelas Gol A Gong.
(red)