
Pertemuan yang berlangsung selama 1,5 jam ini turut didampingi oleh Kadiskopdagperin Kuningan, Trisman Supriatna, M.Pd, Plt Kabid Koperasi, dan Tenaga Fungsional. Selasa, 18 Februari 2025.
Bupati terpilih menyampaikan kondisi koperasi di Kuningan, yang mencatat 801 koperasi dengan 537 di antaranya aktif, serta 730 koperasi sektor riil dengan 489 masih beroperasi.
Dengan keterbatasan anggaran, pada kesempatan itu mengusulkan Proposal Sinergitas Program Kegiatan Perkoperasian 2025 guna mendukung pertumbuhan koperasi.
Tujuan dari kerjasama sinergitas, dijelaskan Dian, untuk mentransformasi koperasi dan meningkatkan daya saingnya, memodernisasi sistem koperasi, serta memperkuat peran koperasi dalam pembangunan desa.
“Beberapa langkah konkret yang direncanakan meliputi penerbitan izin usaha simpan pinjam, pemeriksaan dan pengawasan koperasi, penilaian kesehatan koperasi, serta pelatihan digitalisasi dan kewirausahaan bagi anggota koperasi,” sebutnya.
Selain itu, program ini juga mencakup pemberdayaan koperasi pertanian, penyediaan bahan pokok, serta distribusi beras dan pupuk untuk mendukung ketahanan pangan.
Dalam kesempatan itu, Menteri Budi Arie Setiadi menyambut baik langkah ini dan menyatakan dukungan bagi pengembangan koperasi di Kuningan.
Lebih lanjut, Trisman Supriatna menuturkan, pertemuan ini menjadi awal dari langkah strategis Bupati terpilih Dian dalam memperkuat sektor koperasi sebagai penggerak ekonomi daerah demi kesejahteraan masyarakat Kuningan.
(red)