
Dian Basudiman, Ketua DPC Sundawani Wirabuana Kabupaten Kuningan mengatakan bahwa yang menjadi Ketua HKTI tidak harus selalu seorang yang bisa bertani ataupun orang yang memahami pertanian.
Hal tersebut sesuai dengan deskripsi dari HKTI itu sendiri dimana HKTI merupakan organisasi sosial yang beranggotakan petani dan non-petani yang memiliki kesamaan profesi dan fungsi di bidang pertanian.
HKTI berperan sebagai jembatan penghubung antara petani dengan pemerintah, dunia usaha, dan lembaga keuangan. HKTI juga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan petani, ketahanan pangan, dan kedaulatan pangan.
"Kalaupun ketua HKTI bukan seorang yang memahami pertanian saya rasa itu bukan hal yang patut dipermasalahkan. Toh di dalam tubuh HKTI itu sendiri bukan hanya ketua, ada bidang-bidang yang memang diberi tugas yang berkaitan dengan pertanian itu sendiri," ujar Dian ketika ditemui kuningansatu.com (03/02/2025).
Dian menambahkan, salah satu fungsi seorang pemimpin atau dalam hal ini ketua sebuah organisasi adalah fungsi manajerial. Dimana seorang ketua itu harus bisa menempatkan orang yang tepat di waktu yang tepat dan tempat yang tepat.
"Yang terpenting itu seorang ketua harus bisa memahami anggotanya sehingga dapat menempatkan orang yang tepat di waktu yang tepat dan tempat yang tepat," kata Dian.
Jadi kata Dian, dalam perhelatan pemilihan ketua HKTI Kabupaten Kuningan ini yang terpenting bukan hanya soal memahami pertanian atau tidak melainkan lebih kepada kemampuan dalam mengelola organisasi tersebut.
"Kalau saya lebih melihat kepada kemampuan manajerial dari calon ketua itu sendiri, karena soal pertanian kan sudah ada bidang-bidangnya. Makanya di sini siapapun yang nanti terpilih harus bisa menempatkan orang-orang yang tepat demi pencapaian tujuan organisasi," tandas Dian.
(roy)