• Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

    Dadang Abdul Gofur : Sorgum Sebagai Langkah Strategis Dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan di Indonesia

    Selasa, 11 Februari 2025, Februari 11, 2025 WIB Last Updated 2025-02-20T03:50:35Z


    Kuningan - Ketua Komunitas Sorgum Kuningan (KSK), Dadang Abdul Gofur menyoroti pentingnya pengembangan sorgum sebagai langkah strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia. Dadang menjelaskan bahwa sorgum merupakan salah satu sumber karbohidrat lokal yang kaya protein, serat, dan bebas gluten sehingga aman dikonsumsi oleh penderita intoleransi gluten.


    Menurutnya, sesuai program ketahanan pangan yang digaungkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, maka sorgum ini bisa menjadi salah satu komoditi untuk menunjang program ketahanan pangan tersebut.


    Ketahanan pangan, kata Dadang, dapat dicapai dengan diversifikasi pangan, yaitu upaya untuk memvariasikan jenis makanan yang dikonsumsi masyarakat. Diversifikasi ini penting untuk mengurangi ketergantungan pada beras dan bahan pangan impor. Sorgum, sebagai salah satu sumber pangan lokal, memiliki peran strategis dalam mencapai tujuan tersebut.



    "Sorgum ini kaya akan protein, serat, dan bebas gluten sehingga aman dikonsumsi oleh penderita intoleransi gluten," kata Dadang ketika ditemui kuningansatu.com, Senin, 10/2/2025 di ladang sorgum miliknya di Desa Ciherang.


    Sorgum juga menawarkan berbagai keunggulan, mulai dari kandungan gizinya yang tinggi hingga kemampuannya untuk beradaptasi dengan kondisi iklim tropis dan subtropis. Di Indonesia, sorgum banyak dibudidayakan di Jawa, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Seluruh bagian tanaman sorgum juga bernilai ekonomis, menjadikannya alternatif yang prospektif untuk dikembangkan lebih lanjut.


    "Sorgum ini tanaman yang mudah untuk beradaptasi dengan iklim yang ada, baik tropis maupun subtropis, sehingga sangat mudah sekali untuk membudidayakannya," ungkap Dadang.


    Lebih lanjut, Dadang juga menyoroti manfaat sorgum sebagai sumber karbohidrat alternatif yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi memberikan dukungan ekonomi kepada petani lokal. Sistem budi daya sorgum yang efisien, seperti metode ratun, membutuhkan lebih sedikit tenaga kerja sehingga dapat mengurangi biaya produksi.


    Selain itu produk olahan berbasis sorgum juga telah dikembangkan secara luas, seperti cookies, roti, mi, hingga rengginang. Pengembangan ini menunjukkan potensi sorgum untuk mendukung diversifikasi produk pangan di tingkat industri. 


    ”Di berbagai daerah, contoh pengembangan sorgum telah menunjukkan keberhasilan, sehingga saya yakin di Kuningan pun akan bisa berhasil seperti daerah lain yang lebih awal membudidayakannya," katanya.


    Dadang juga menekankan perlunya edukasi, pelatihan, dan pemberdayaan ekonomi untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengembangan sorgum. Kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk industri, menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi sorgum sebagai salah satu solusi ketahanan pangan nasional.


    "Hadirnya Komunitas Sorgum Kuningan (KSK) ini sebagai langkah untuk mengedukasi masyarakat tentang sorgum. Bukan hanya dari kandungan gizi, tetapi juga dari nilai ekonomis yang dihasilkan oleh sorgum yang dapat menghidupi masyarakat khususnya petani," tandas Dadang.


    Melalui pendekatan holistik ini, Dadang percaya bahwa sorgum dapat menjadi bahan pangan strategis untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan mendukung kemandirian ekonomi Indonesia. Dengan demikian, pengembangan sorgum bukan hanya diversifikasi pangan, melainkan langkah nyata menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan.


    (roy)

    Komentar

    Tampilkan

    • Dadang Abdul Gofur : Sorgum Sebagai Langkah Strategis Dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan di Indonesia
    • 0

    Terkini