• Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

    Akibat Pernyataan Bohong Susanto, Netralitas BK DPRD Kuningan Dipertanyakan

    Rabu, 19 Februari 2025, Februari 19, 2025 WIB Last Updated 2025-02-20T03:50:35Z


    Kuningan
    - Pernyataan bohong anggota DPRD Kabupaten Kuningan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) perihal foto yang beredar luas dan menunjukan salah satu Anggota DPRD lainnya yang diduga tersandung kasus amoral serta masih dalam masa penyelidikan oleh Badan Kehormatan (BK) menjadi hal yang sangat miris.


    Bagaimana tidak, seolah ada keberpihakan terhadap oknum anggota DPRD yang tersandung dugaan kasus amoral, Susanto yang merupakan anggota DPRD asal partai yang sama dengan yang bersangkutan mengeluarkan pernyataan bohong ketika dikonfirmasi perihal waktu kejadian pada foto tersebut.


    Dinyatakan oleh Susanto yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua BK DPRD Kabupaten Kuningan melalui sambungan telepon pada Selasa malam, (18/02/2025) bahwa foto yang beredar merupakan foto pada saat orientasi pasca pelantikan anggota DPRD yang notabene dilaksanakan beberapa bulan yang lalu.


    "Kan sekarang mah sudah tidak suka masuk kerja, kalau tidak salah setelah pelantikan, kan habis pelantikan ada orientasi," ujar Susanto.


    Namun, pernyataan terbalik justru dinyatakan oleh Ketua BK DPRD Kuningan H. Eman Suherman yang justru menyatakan bahwa foto yang beredar tersebut merupakan foto yang diambil pada hari Selasa tanggal 18 Februari 2025 pada saat pelaksanaan Bimtek Anggota DPRD yang belokasi di Bandung.


    "Iyaa kang itu benar foto kemarin lagi Bimtek di Bandung. Kami semua anggota dewan sedang mengikuti kegiatan Bimtek," kata H. Eman kepada kuningansatu.com melalui pesan singkat whatsapp, Rabu (19/02/2025).


    Menanggapi hal tersebut, Gus Rokhim Wahyono selaku Sekretaris Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI) Kabupaten Kuningan sangat mengecam pernyataan bohong dari Susanto yang merupakan sosok Wakil Rakyat yang seharusnya menjadi panutan masyarakat.


    "Saya sangat mengecam kebohongan yang dinyatakan oleh Saudara Susanto sebagai anggota DPRD yang seharusnya menjadi teladan. Kami sebagai rakyat, tidak pernah mewakilkan kebohongan kepada mereka," tandas Gus Rokhim.


    Lebih lanjut Gus Rokhim menyatakan bahwa pernyataan bohong susanto itu sudah mencoreng citra BK dan seluruh Anggota DPRD Kabupaten Kuningan terlebih di tengah proses penyidikan kasus amoral yang belum tuntas hingga saat ini.


    "Pernyataan bohong ini sudah mencoreng citra BK yang seharusnya menjadi lembaga yang netral, dan bukan malah menunjukan keberpihakan terhadap salah satu pihak yang tengah tersandung kasus dan menjadi sorotan publik," ujar Gus Rokhim.


    "Saya secara pribadi dan lembaga akhirnya patut mempertanyakan tentang netralitas BK itu sendiri terlebih Saudara Susanto menjabat sebagai Wakil Ketua BK yang berperan dalam penyidikan kasus amoral yang tengah bergulir ini," imbunya.


    Gus Rokhim menambahkan bahwa menurutnya pernyataan bohong tersebut juga bisa dikategorikan sebagai sebagai sebuah pelanggaran etik seorang anggota DPRD yang wajib diproses oleh BK terlebih kaitanya dengan proses penyidikan kasus yang masih berlangsung.


    "Pernyataan bohong itu pasti ada alasannya, bisa jadi karena ada tekanan atau mungkin karena ada masukan, itu yang harus dijelaskan kepada publik," tukas Gus Rokhim.


    (roy)

    Komentar

    Tampilkan

    • Akibat Pernyataan Bohong Susanto, Netralitas BK DPRD Kuningan Dipertanyakan
    • 0

    Terkini